Geledah 12 Lokasi, Polri Sita Emas Batangan 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar soal Dugaan Korupsi dan TPPU

oleh -98 Dilihat
Aparat kepolisian berjaga di lokasi penggeledahan di Jakarta Selatan.
Aparat kepolisian berjaga di lokasi penggeledahan di Jakarta Selatan. (Foto: Ist/ANTARA)

KabarBaik.co, Jakarta – Tim penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya menyita uang tunai, mata uang asing, dan emas batangan dengan total nilai lebih dari Rp 540 miliar dalam rangkaian penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Barang bukti tersebut ditemukan dari sejumlah lokasi penggeledahan di Jakarta Selatan hingga sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam penggeledahan di Kafe de’Clan Signature, Jakarta Selatan, penyidik mengamankan uang tunai dalam berbagai mata uang asing dan rupiah dengan nilai hampir Rp 60 miliar.

Kepala Kortastipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto mengatakan, uang yang disita terdiri atas 3.130.000 dollar Singapura, 889.965 dollar Amerika Serikat, serta uang tunai sebesar Rp 259.159.000.

“Kemudian kami konversi dalam bentuk rupiah, kira-kira hampir Rp 60 miliar. Ini di lokasi de’Clan,” katanya seperti dilansir dari ANTARA, Kamis (9/7).

Selain uang tunai, penyidik juga menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik, termasuk telepon seluler.

Pada lokasi berbeda, yakni Koin Money Changer di kawasan Jakarta Selatan, penyidik kembali menemukan uang asing dengan nilai sekitar Rp 7,2 miliar.

“Sementara barang bukti sudah kita sita. Saat ini dibawa ke Polda Metro dengan tim,” ujarnya.

Penggeledahan di dua lokasi tersebut merupakan bagian dari penyidikan perkara dugaan korupsi terkait tata kelola batu bara yang diduga menjadi pemicu pemadaman listrik.

Totok mengatakan, penyidikan juga mencakup dugaan korupsi di PT Asabri (Persero) dan PT Jiwasraya (Persero) pada periode 2020-2025, serta dugaan tindak pidana pencucian uang dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.

Penggeledahan rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Penggeledahan rumah mewah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat. (Foto: Ist/ANTARA)

Brankas di Rumah Sentul Berisi 74 Kilogram Emas

Penyidik kemudian melanjutkan penggeledahan ke sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Kamis dini hari. Dari lokasi itu, petugas menemukan sebuah brankas yang berisi emas batangan, mata uang asing, dan uang tunai dengan nilai sekitar Rp 476 miliar.

“Kami menemukan brankas terkunci yang setelah dibuka berisi tujuh koper, yakni 74 kilogram emas batangan, 4.767.300 dolar Amerika Serikat, 14.083.800 dolar Singapura, serta uang tunai Rp 100 juta,” kata Totok.

Menurut Totok, nilai keseluruhan barang bukti yang ditemukan di dalam brankas tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp476 miliar.

Selain emas dan uang, penyidik turut mengamankan sejumlah dokumen, telepon seluler, serta beberapa foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah maupun pemilik barang yang tersimpan di dalam brankas.

“Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan,” ujar Totok.

Penggeledahan di rumah tersebut merupakan bagian dari operasi penggeledahan di 12 lokasi di Jakarta dan sekitarnya yang dilakukan tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto mengatakan penggeledahan dilakukan untuk mengumpulkan alat bukti dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, dan TPPU.

Menurut Budi, penyidikan tersebut berkaitan dengan sejumlah perkara, di antaranya dugaan korupsi di PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero), PT Krakatau Steel, serta penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI.

Ia menambahkan, penyidikan itu menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam upaya pemberantasan korupsi sehingga proses pengungkapan perkara dilakukan secara intensif oleh kepolisian.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.