KabarBaik.co, Mataram – Personel gabungan TNI dan Polri memperketat pengamanan di kawasan PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Ampenan, Kamis (11/6). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Nusa Tenggara Barat (NTB) di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap BBM jenis Pertalite.
Peningkatan permintaan Pertalite terjadi setelah pemerintah mengumumkan penyesuaian harga sejumlah BBM non-subsidi. Pertamax yang sebelumnya dijual Rp 12.300 per liter naik menjadi Rp 16.250 per liter, sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp 12.900 menjadi Rp 17.000 per liter.
Di sisi lain, harga Pertalite tetap bertahan di angka Rp 10.000 per liter, sehingga mendorong sebagian masyarakat beralih menggunakan BBM bersubsidi tersebut. Untuk mengantisipasi gangguan terhadap distribusi energi, personel Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda NTB bersama personel TNI melakukan patroli dan pengamanan di area terminal BBM yang menjadi pusat penyaluran energi bagi wilayah NTB.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan monitoring di sejumlah titik strategis, berkoordinasi dengan satuan pengamanan internal perusahaan, serta melakukan pengecekan terhadap kendaraan tangki yang bertugas mendistribusikan BBM ke SPBU di berbagai kabupaten dan kota di NTB.
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Mohammad Kholid mengatakan pengamanan objek vital nasional merupakan bagian dari upaya menjamin keberlangsungan operasional fasilitas strategis yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Pengamanan objek vital yang ada di wilayah hukum Polda NTB merupakan bagian dari tugas pokok Ditpamobvit dalam memberikan dan menjamin keamanan terhadap objek-objek vital, termasuk fasilitas milik Pertamina yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan energi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Kholid, pengamanan yang dilakukan secara terpadu bersama TNI merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat menghambat operasional perusahaan maupun distribusi BBM kepada masyarakat.
Kelancaran distribusi energi dinilai semakin penting di tengah potensi peningkatan konsumsi Pertalite pasca penyesuaian harga BBM non-subsidi. Karena itu, pengawasan tidak hanya difokuskan pada keamanan kawasan terminal, tetapi juga terhadap mobilitas armada tangki pengangkut BBM yang keluar masuk area distribusi.
Selain melakukan patroli, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi membahayakan keamanan kawasan, terutama mengingat terminal BBM merupakan area dengan tingkat risiko tinggi terhadap kebakaran.
“Selain memantau situasi sekitar, personel juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan serta mengingatkan petugas keamanan untuk lebih peka terhadap potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu operasional perusahaan,” jelasnya.
Petugas keamanan internal perusahaan juga diminta terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas, baik yang berasal dari pihak luar maupun dari lingkungan internal perusahaan. (*)






