KabarBaik.co, Mataram – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (Bizam) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 12 hingga 14 Juli 2026. Masyarakat diminta mewaspadai potensi angin kencang di sejumlah kabupaten/kota meski tidak terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem.
Berdasarkan prakiraan BMKG, pada 12 Juli 2026 tidak terdapat potensi hujan sedang hingga lebat, hujan lebat hingga sangat lebat, maupun hujan sangat lebat hingga ekstrem di seluruh wilayah NTB. Namun, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, dan Sumbawa.
Pada 13 Juli 2026, kondisi serupa masih berlanjut. BMKG kembali menyatakan tidak ada potensi hujan dengan kategori sedang hingga ekstrem, namun wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang bertambah meliputi Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Kabupaten Bima, Dompu, dan Kota Bima.
Sementara itu, pada 14 Juli 2026, BMKG kembali tidak mendeteksi potensi hujan sedang hingga ekstrem di NTB. Meski demikian, peringatan dini angin kencang kembali dikeluarkan untuk Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, dan Kabupaten Bima.
BMKG mengimbau masyarakat, terutama nelayan, operator transportasi laut, pelaku wisata bahari, serta warga yang beraktivitas di luar ruangan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak angin kencang. Potensi yang dapat terjadi antara lain pohon tumbang, baliho roboh, hingga gangguan terhadap aktivitas pelayaran dan penyeberangan.
Masyarakat juga diminta mengamankan benda-benda yang mudah diterbangkan angin serta menghindari berteduh di bawah pohon maupun papan reklame saat angin bertiup kencang.
Selain peringatan angin kencang, BMKG juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak musim kemarau. Warga diimbau menggunakan pelindung kulit dan tabir surya saat beraktivitas di bawah terik matahari serta menghindari paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu lama.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan tidak membakar sampah, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menggunakan air bersih secara bijaksana.
Khusus bagi pengguna jasa transportasi laut, nelayan, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir, BMKG meminta agar mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 2 meter atau lebih yang berpeluang terjadi di Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, perairan selatan Sumbawa, Selat Sape bagian selatan, serta Samudra Hindia selatan NTB.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. (*)






