Bambang Haryo Kumpulkan Stakeholder Transportasi, Bahas Solusi Kemacetan Ketapang-Gilimanuk

oleh -68 Dilihat
IMG 20260712 WA0033 scaled
Bdhdh

KabarBaik.co, Banyuwangi – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menginisiasi rapat koordinasi antara stakeholder transportasi untuk mengurai kemacetan di lintas penyeberangan lintas Ketapang – Gilimanuk semakin intens selama beberapa waktu belakangan.

Rakor tersebut dihadiri Dinas Perhubungan Jawa Timur, BPTD, Pengurus Gapasdap, Organda, Aptrindo, Dishub Banyuwangi, serta sejumlah instansi terkait lainnya. Mereka melakukan pertemuan di Pelabuhan ASDP Ketapang.

“Dalam rapat kami bahas upaya antisipasi agar kemacetan di lintasan Ketapang-Gilimanuk, terutama antrean kendaraan, tidak kembali memanjang seperti yang terjadi sebelumnya,” kata Bambang usai rakor.

Bambang mengungkapkan, dalam rapat disepakati bahwa jumlah dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk memang masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah kapal yang tersedia.

Ketimpangan tersebut mengakibatkan kapal yang beroperasi di lintasan Ketapang-Gilimanuk tidak lebih dari 50 persen dari jumlah total armada yang tersedia. Oleh sebab itu, Bambang mendorong percepatan pembangunan dermaga baru serta peningkatan kapasitas dermaga yang sudah ada.

“ASDP secepatnya akan meningkatkan kapasitas satu pasang dermaga menjadi 50 ton. Dan peningkatan kapasitas dermaga ini akan dilakukan secara bertahap setiap tahun,” kata Bambang.

Anggota Komisi VII DPR RI juga mendorong penambahan dermaga di Pelabuhan Gilimanuk yang dinilai masih memiliki keterbatasan dibandingkan sisi Ketapang. “Hal ini sudah dibicarakan, antisipasinya tentu kita mencari alternatif atau tempat yang memang layak untuk bisa dibangun tambahan dermaga yang ada di Gilimanuk,” sambungnya.

Bambang menilai kemacetan berkepanjangan di jalur penyeberangan dari Jawa menuju Bali tidak hanya menghambat distribusi logistik, tetapi juga berdampak terhadap sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi Pulau Dewata.

“Dengan adanya kemacetan logistik dan angkutan penumpang, tentu distribusi hasil industri maupun aktivitas pariwisata ikut terganggu. Kalau kondisi ini terus terjadi tanpa solusi, pertumbuhan ekonomi Bali juga akan terdampak. Dan yang kita harapkan adalah kelancaran kembali,” ungkapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, menyampaikan bahwa ASDP telah bertemu dengan Gubernur Jatim terkait rencana peningkatan kapasitas dermaga dari 35 ton menjadi 50 ton.

“Tahun ini satu pasang, yang di Ketapang berpasangan dengan Gilimanuk. Tahun depan satu pasang, dan tahun depannya lagi satu pasang. Jadi tiga pasang itu ditargetkan selesai pada 2028,” ujar Nyono.

Selain peningkatan kapasitas dermaga, lanjut Nyono, ASDP bakal membangun jembatan yang menghubungkan dermaga LCM dengan dermaga Bulusan. “Sekarang ini masih pada tahap perencanaan di ASDP yang nantinya akan melibatkan pemerintah daerah terkait pembebasan lahan,” kata dia. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.