KabarBaik.co, Surabaya – Kelangkaan solar subsidi sudah dirasakan para sopir truk di Surabaya Raya. Sejak Rabu (24/6), antrean kendaraan berat mengular di sejumlah SPBU, bahkan di beberapa titik menyebabkan kemacetan hingga sekitar satu kilometer.
Kondisi tersebut tak hanya menyulitkan para sopir, tetapi juga mulai mengganggu operasional perusahaan angkutan barang. Pengusaha mengaku produktivitas armada menurun karena banyak truk harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan solar.
Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Jatim Sundoro mengatakan kelangkaan solar subsidi sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak pekan lalu. Namun, situasi memburuk sejak Rabu ketika antrean di SPBU semakin panjang.
“Ini sangat meresahkan pengusaha truk. Mulainya sebenarnya minggu kemarin, tetapi sejak Rabu antreannya sudah luar biasa. Ada sopir yang harus menunggu setengah hari, bahkan ada yang sampai menginap di SPBU,” ujar Sundoro saat dikonfirmasi KabarBaik.co, Jumat (26/6).
Menurut Sundoro, sekitar 30 persen armada truk setiap hari terpaksa mengantre dalam waktu lama untuk memperoleh solar subsidi. Kondisi itu membuat jadwal distribusi barang ikut terganggu dan berpotensi menambah biaya operasional perusahaan.
“Perkiraan kami sekitar 30 persen dari total armada harus antre panjang setiap harinya. Dampaknya tentu mengganggu kelancaran distribusi barang,” katanya.
APTRINDO kini berupaya mencari solusi dengan meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur membantu mengembalikan pasokan solar subsidi agar kembali normal.
Sundoro mengungkapkan pihaknya telah melayangkan surat kepada Gubernur Jawa Timur dan berharap dalam waktu dekat dapat bertemu untuk membahas persoalan tersebut.
“Kami sedang mengupayakan bertemu Ibu Gubernur agar bisa mengusahakan alokasi solar subsidi kembali normal. Surat sudah kami sampaikan kemarin, mudah-mudahan pertemuan segera bisa diselenggarakan,” pungkasnya. (*)






