KabarBaik.co, Banyuwangi – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Banyuwangi, Jumat (10/7). Salah satu agendanya adalah meninjau progres Revitalisasi Pasar Banyuwangi.
Pasar tersebut dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum sejak Juni 2024 dengan anggaran Rp 152 miliar. Pasar tersebut dikonsep menjadi kawasan heritage, pasar tradisional berkonsep modern sekaligus destinasi wisata sejarah.
Kompleks seluas satu hektare ini terdiri dari pasar basah, pasar kering, area kuliner, serta gedung parkir dengan memadukan arsitektur khas Osing dan kolonial Belanda. “Bulan depan sudah ditempati ya, semoga semakin ramai,” kata Gibran saat berdialog dengan salah seorang pedagang pasar.
Saat berkeliling, Gibran juga memberikan sejumlah catatan terhadap pekerjaan penyempurnaan yang masih berlangsung. Beberapa di antaranya terkait kebersihan lantai, penataan kabel, serta penyelesaian detail bangunan agar pasar benar-benar siap digunakan.
Kasatker Pelaksana Strategis Jawa Timur, I Gusti Agung Hari Wibawa, mengatakan secara umum progres pembangunan Pasar Induk Banyuwangi telah selesai. Hanya saja, mendatang KemenPU masih punya kewajiban melakukan pemeliharaan dan penyempurnaan terutama di kawasan cagar budaya. Rentang waktunya 6 bulan.
“Tapi ini sudah bisa dilakukan serah terima ke Pemkab Banyuwangi. Untuk selanjutnya bisa dilakukan penataan pedagang,” kata Ari.
Ari menjelaskan dalam kunjungannya wapres memberikan beberapa catatan. Seperti pembersihan lantai, penataan kabel, dan beberapa detil minor lainnya. Itu akan dilakukan selama masa pemeliharaan.
Selain pasar, Revitalisasi juga dilakukan pada asrama Inggrisan, bangunan berserjarah yang menjadi satu kesatuan dengan Pasar Banyuwangi.
Ia mengurai, penyelesaian proyek sempat mengalami keterlambatan karena sebagian pekerjaan berada di kawasan cagar budaya. Proses penguatan struktur bangunan dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak nilai historis bangunan.
“Pekerjaan di area cagar budaya memang lebih rumit sehingga membutuhkan kehati-hatian. Karena itu penyelesaiannya sedikit lebih lama dibandingkan bangunan biasa,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, proses administrasi menjelang operasional pasar juga terus diselesaikan. Saat ini pemerintah daerah tengah menuntaskan Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) sebagai syarat sebelum pasar dapat difungsikan sepenuhnya.
“Seiring memasuki masa pemeliharaan, kami menyelesaikan administrasi melalui Berita Acara Serah Terima Operasional atau BASTO. Dari sisi pemerintah daerah sudah selesai, tinggal penyelesaian dari pihak terkait. Insya Allah dokumen tersebut rampung dalam waktu dekat sehingga seluruh proses dapat dituntaskan bulan ini,” tutur Ipuk. (*)






