KabarBaik.co, Banyuwangi – Slamet Hariyanto, kepala Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, memiliki latar belakang cukup unik. Ia merupakan pedagang kopi di sebuah warung kecil di kawasan gantasan jalur menuju TWA Kawah Ijen.
Kendati demikian, ia cukup dikenal dan memiliki etos kerja baik, sehingga dipercaya masyarakat untuk jadi kepala Desa Tamansari. Slamet berhasil mengguli dua kompetitornya dan berhasil menang dalam proses pilkades.
“Saya ini aslinya cuma jualan kopi di Gantasan. Tapi sama teman-teman ini terus didorong untuk maju Pilkades. Alhamdulillahnya diberi amanah dan menang,” kata Slamet usai dilantik Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Kamis (9/7).
Slamet terpilih sebagai kades PAW (Pergantian Antar Waktu) menggantikan kepala desa yang sebelumnya meninggal dunia. Usai dilantik, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menitipkan sejumlah pesan. Salah satunya mempertahankan kualitas Desa Tamansari yang dikenal sebagai desa wisata kelas dunia karena menjadi rute menuju TWA Ijen.
Slamet mengaku siap mengemban amanah yang diberikan masyarakat dengan penuh tanggung jawab. Ia berkomitmen melanjutkan program-program yang telah berjalan.
“Saya akan mempertahankan program yang sudah ada dan akan meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjaga dan mengembangkan potensi wisata Desa Tamansari agar terus memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, Nanin Oktaviantie menjelaskan, pengisian jabatan Kepala Desa Tamansari dilakukan melalui mekanisme Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW) atas usulan masyarakat, meski secara aturan jabatan tersebut masih dapat diisi oleh penjabat (Pj) kepala desa hingga Pilkades serentak 2027.
“Keinginan masyarakat, BPD, tokoh masyarakat, dan perangkat desa adalah dilakukan pemilihan kepala desa PAW. Mereka siap menjalankan seluruh mekanisme yang diatur dalam regulasi,” kata Nanin.
Nanin menjelaskan, masa jabatan kepala desa PAW hanya berlangsung setahun hingga Pilkades serentak yang dijadwalkan pada Oktober 2027. Meski hanya sekitar satu tahun, masa jabatan tersebut tetap dihitung sebagai satu periode.
Ia menambahkan, pemilihan PAW di Desa Tamansari diikuti tiga calon. Berbeda dengan Pilkades reguler, pemungutan suara dilakukan oleh perwakilan masyarakat yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT), seperti unsur RT, RW, dan kelompok masyarakat.
“Total ada 390 daftar pemilih dari unsur RT RW dan kelompok masyarakat. Dari jumlah tersebut 80 persen menyalurkan suaranya, dan hasilnya pak Slamet Hariyanto yang terpilih sebagai Kades,” tandasnya. (*)





