KabarBaik.co, Banyuwangi – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, merotasi 42 kepala SMP di Banyuwangi. Mereka diinstruksikan untuk aktif mencegah anak putus sekolah. Pesan tersebut disampaikan saat penyerahan Surat Keputusan Mutasi di Ruang Rempeg Jagapati.
Ipuk menegaskan, kepala sekolah harus peka terhadap kondisi lingkungan sekitar dan segera mengambil langkah jika menemukan anak yang berpotensi putus sekolah.
“Kepala sekolah harus peka terhadap kondisi di sekitarnya. Misalnya, jika ada anak yang berpotensi putus sekolah, segera rangkul mereka. Tidak boleh ada anak tidak bersekolah saat usia sekolah. Kita sudah menyediakan banyak skema,” kata Ipuk.
Menurut Ipuk, Pemkab Banyuwangi telah menjalankan berbagai program untuk menekan angka putus sekolah. Seperti Garda Ampuh (Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah), bantuan uang saku dan transport bagi pelajar kurang mampu, serta kolaborasi dengan Baznas dan program Siswa Asuh Sebaya. “Jadi tidak ada alasan untuk anak tidak bisa bersekolah,” ujarnya.
Selain itu, Ipuk meminta kepala sekolah membangun komunikasi yang baik dengan orang tua siswa agar berbagai persoalan pendidikan dapat ditangani bersama. Ia juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dengan didukung fasilitas memadai dan pembelajaran yang berkualitas.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, mengatakan rotasi dilakukan sebagai penyegaran organisasi. Sebanyak 42 kepala sekolah yang dimutasi telah menjabat di sekolah sebelumnya minimal selama dua tahun.
“Rotasi kita lakukan disesuaikan dengan karakteristik sekolah dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Harapannya ini bisa membawa perkembangan positif pada sekolah yang baru,” tandas Alfian. (*)





