KabarBaik.co, Banyuwangi – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah V Banyuwangi segera mengoperasikan alat komunikasi darurat di kawasan bibir Kawah Ijen. Perangkat tersebut telah terpasang dan saat ini masih dalam tahap penyempurnaan sebelum dioperasikan secara resmi.
Kepala BKSDA Wilayah V Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto, mengatakan pada tahap awal alat komunikasi darurat dipasang di satu titik di bibir kawah dan terhubung langsung dengan pos petugas di bawah.
“Perangkatnya sudah terpasang, tetapi belum kami operasikan secara resmi karena masih dalam tahap pengembangan,” kata Dwi, Selasa (7/7).
Menurut Dwi, perangkat tersebut memungkinkan wisatawan berkomunikasi langsung dengan petugas melalui suara maupun video ketika membutuhkan bantuan atau ingin melaporkan suatu kejadian.
“Jika ada wisatawan yang memerlukan bantuan atau ingin memberikan informasi kepada petugas, bisa menggunakan perangkat itu seperti melakukan video call sehingga petugas dapat langsung merespons,” ujarnya.
Selain menjadi sarana komunikasi dua arah, perangkat tersebut juga dilengkapi kamera pengawas (CCTV) dan pengeras suara. Fasilitas itu dapat digunakan petugas untuk menyampaikan berbagai informasi kepada wisatawan di kawasan kawah.
“Melalui perangkat ini petugas juga bisa memberikan pengumuman, seperti imbauan mengakhiri kunjungan, peringatan jika terjadi peningkatan gas vulkanik, maupun informasi keselamatan lainnya,” jelasnya.
Dwi menambahkan, alat komunikasi darurat tersebut disiapkan sebagai alternatif ketika jaringan telekomunikasi tidak tersedia atau wisatawan tidak memiliki akses telepon seluler, termasuk wisatawan mancanegara.
“Kalau wisatawan mengalami kendala komunikasi di atas, mereka tetap bisa menghubungi petugas melalui perangkat ini,” pungkasnya.





