KabarBaik.co, Banyuwangi – Revitalisasi Pasar Banyuwangi telah rampung. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi kini tinggal menuntaskan Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) sebelum pasar baru tersebut ditempati para pedagang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi, Suratno mengatakan, proses penyelesaian BASTO saat ini masih berlangsung. Jika seluruh administrasi selesai sesuai target, pemindahan pedagang akan mulai dilakukan secara bertahap pada awal Agustus 2026. “Ini yang sedang kita tuntaskan, insya Allah segera tuntas,” kata Suratno.
Suratno mengatakan, nantinya ada 560 los diprioritaskan untuk pedagang lama yang sebelumnya berjualan di Pasar Banyuwangi, masih memiliki izin yang sah, serta menempati los milik sendiri dan bukan disewakan kepada pihak lain.
Sementara, pedagang nonprioritas akan diakomodasi pada tahap berikutnya melalui skema yang sedang disiapkan.
Menurut Suratno, Pemkab Banyuwangi juga menyiapkan pengelolaan pasar melalui Badan Milik Kabupaten (BMK) Banyuwangi. Seluruh petugas, mulai pengelola, kebersihan, keamanan hingga parkir akan memanfaatkan tenaga yang tersedia di lingkungan pemerintah daerah.
Pasar Banyuwangi, lanjut Suratno, didesain tidak hanya sekadar jadi pasar tradisional tapi juga sebagai pasar wisata dengan konsep heritage. Oleh karenanya Pemkab Banyuwangi, mendatang akan sering membuat event di lokasi ini supaya menarik minat wisatawan.
“Untuk mendukung konsep tersebut, kendaraan tetap dapat melintas di depan pasar, namun tidak diperbolehkan berhenti maupun parkir. Area parkir akan dipusatkan di kawasan Taman Sri Tanjung dan area eks Gedung Wanita setelah relokasi pedagang selesai. Sehingga kawasan tetap tertata,” tandasnya.
Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, telah meninjau progres Revitalisasi Pasar Banyuwangi. Pasar tersebut dibangun Kementerian Pekerjaan Umum sejak Juni 2024 dengan anggaran Rp 152 miliar. Pasar tersebut dikonsep menjadi kawasan heritage, pasar tradisional berkonsep modern sekaligus destinasi wisata sejarah. (*)






