KabarBaik.co, Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi mengajukan sejumlah usulan kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mengatasi kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang yang kerap terjadi saat musim ramai kendaraan atau peak season.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengatakan, penanganan kemacetan di kawasan Pelabuhan Ketapang membutuhkan dukungan pemerintah pusat karena jalur tersebut menjadi penghubung strategis Jawa-Bali hingga kawasan Indonesia Timur.
“Kami sudah berkirim surat kepada Menhub, meminta dukungan penanganan kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang. Permasalahan kemacetan di Pelabuhan Ketapang ini sangat perlu dukungan dari pemerintah pusat,” kata Ipuk, Kamis (25/6).
Dalam surat tersebut, lanjut Ipuk, Pemkab Banyuwangi mengusulkan sejumlah langkah prioritas. Mulai dari pelebaran jalan nasional menuju Pelabuhan Ketapang, peningkatan kapasitas dermaga, hingga percepatan pembangunan jalan tol Probowangi ruas Besuki-Banyuwangi.
Beberapa ruas jalan yang diusulkan untuk pelebaran antara lain jalur Ketapang-Jembatan Sungai Selogiri, Watudodol-Jembatan Grand Watudodol, serta ruas jalan nasional sepanjang Kecamatan Wongsorejo yang selama ini menjadi titik kepadatan kendaraan.
Selain infrastruktur jalan, Pemkab Banyuwangi juga mengusulkan peningkatan kapasitas layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dengan penambahan armada kapal berkapasitas minimal 3.000 GT. Penambahan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya angkut kendaraan dan penumpang di lintasan penyeberangan.
Menurut Ipuk, Pemkab Banyuwangi juga mengajukan pembangunan dan rehabilitasi dermaga movable bridge (MB) agar mampu melayani kendaraan berat dengan kapasitas hingga 50 ton. Peningkatan fasilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat proses bongkar muat kapal dan meningkatkan kapasitas pelayanan.
Selain itu, pembangunan jembatan akses dari Pelabuhan LCT (Landing Craft Tank) Ketapang menuju kawasan pelabuhan di Kelurahan Bulusan juga menjadi salah satu usulan untuk mendukung kelancaran distribusi arus kendaraan.
Ipuk juga mendorong percepatan pembangunan Jalan Tol Probowangi Tahap II ruas Besuki-Banyuwangi, khususnya akses dari Banyuwangi menuju Tol Bajulmati dan Asembagus. “Pembangunan tol ini diharapkan dapat mempercepat akses menuju Pelabuhan Ketapang sekaligus mengurangi beban lalu lintas pada jalan nasional yang ada saat ini,” ujar Ipuk.
Menurutnya, Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk memiliki peran penting sebagai gerbang konektivitas Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara, sehingga peningkatan infrastruktur menjadi kebutuhan untuk mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
“Kami berharap program-program tersebut menjadi prioritas pemerintah pusat karena menyangkut kelancaran konektivitas nasional serta mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan,” tandas Ipuk. (*)





