Khofifah Lepas Ekspor Sarden Banyuwangi Senilai Rp 10 Miliar ke Eropa hingga Timur Tengah

oleh -232 Dilihat
IMG 20260703 WA0055
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, melepas produk ekspor dari Banyuwangi ke beberapa negara di dunia. (Foto: Muhammad Ikhwan)

KabarBaik.co, Banyuwangi – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melepas ekspor 270 ton ikan sarden produksi PT Pacific Harvest Indonesia senilai Rp 10 miliar dari Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jumat (3/7). Produk tersebut dikirim menggunakan 10 kontainer ke sejumlah negara di Eropa, Afrika, Uni Emirat Arab, Tanzania, Lebanon, hingga Kamboja.

Pelepasan ekspor turut dihadiri Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Wakil Bupati Mujiono, serta jajaran manajemen PT Pacific Harvest Indonesia. Khofifah mengatakan, meningkatnya permintaan ikan siap saji di pasar global menjadi peluang bagi industri pengolahan hasil perikanan nasional untuk terus memperluas pasar ekspor.

“Ketika terjadi dinamika global di berbagai negara, kebutuhan ikan siap saji justru meningkat. Ini menjadi peluang besar bagi Pacific Harvest untuk terus memperluas pasar ekspornya,” kata Khofifah.

Sebelum pelepasan ekspor, Khofifah juga meresmikan pabrik kemasan kaleng PT Sunrise Masami Internasional di Muncar yang menjadi pemasok kemasan bagi industri pengolahan hasil laut. Menurutnya, kehadiran pabrik tersebut akan mengurangi ketergantungan impor bahan baku kemasan sekaligus memperkuat hilirisasi industri.

Direktur Marketing PT Pacific Harvest Indonesia, Sherly Indrawati Aminoto mengatakan, ekspor kali ini terdiri dari 10 kontainer, masing-masing berisi 27 ton sarden. Meski biaya logistik ekspor ke Timur Tengah meningkat akibat situasi geopolitik, perusahaan tetap mampu menjaga kinerja ekspor karena memiliki pasar yang tersebar di berbagai negara.

“Pasar kami tidak hanya Timur Tengah, tetapi juga Eropa, Afrika, Jepang, Australia, hingga negara-negara lain. Diversifikasi pasar membuat kami tetap bisa bertumbuh meski ada tantangan global,” ujar Sherly.

Sherly menambahkan, perusahaan terus membuka pasar baru, di antaranya ke Meksiko, Korea Selatan, Portugal, Spanyol, hingga sejumlah negara Amerika Latin, sebagai bagian dari strategi memperluas ekspor produk olahan hasil laut asal Banyuwangi.

Sementara keberadaan pabrik kaleng di Banyuwangi, kata Sherly, membuat biaya produksi menjadi lebih efisien karena sebelumnya hampir seluruh kebutuhan kemasan masih diimpor. Sebab, biaya kemasan tiap kaleng saja mencapai sekitar 35 persen dari total biaya produksi produk kalengan.

“Dulu hampir 90 sampai 100 persen kaleng kami masih impor. Sekarang kami bekerja sama dengan perusahaan dari Tiongkok untuk memproduksi bodi dan tutup kaleng di Banyuwangi sehingga biaya bisa lebih efisien sekitar 10 hingga 15 persen,” kata Sherly yang juga perwakilan dari PT Sunrise Masami Internasional ini.

Pabrik PT Sunrise Masami Internasional sendiri memiliki kapasitas produksi sekitar 50 juta kaleng per bulan atau sekitar 600 juta kaleng per tahun. Nilai investasi fasilitas tersebut mencapai sekitar Rp 200 miliar dengan menyerap sekitar 200 tenaga kerja. (*) 

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Muhammad Ikhwan
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.