KabarBaik.co, Banyuwangi – Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Banyuwangi hingga akhir Triwulan II 2026 telah melampaui 60 persen untuk jenis Urea dan hampir 74 persen untuk NPK. Meski serapan tergolong tinggi, Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi memastikan stok pupuk bersubsidi masih aman memenuhi kebutuhan petani hingga akhir musim tanam.
Data per 30 Juni 2026 mencatat penyaluran pupuk Urea mencapai 29.864,4 ton atau 63 persen dari alokasi 47.401 ton. Sementara pupuk NPK telah tersalurkan 31.089,3 ton atau 73,96 persen dari total alokasi 42.035 ton.
Kepala Dispertan Banyuwangi Danang Hartanto mengatakan tingginya serapan dipengaruhi banyaknya petani yang menebus pupuk lebih awal untuk kebutuhan selama satu tahun. “Secara umum, ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Banyuwangi masih dalam kondisi aman,” kata Danang, Kamis (9/7).
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan hingga akhir tahun, Dispertan mengusulkan tambahan alokasi pupuk bersubsidi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, masing-masing 916 ton pupuk Urea dan 1.567 ton pupuk NPK.
Dispertan juga mengingatkan petani bahwa mulai 1 September 2026 penebusan pupuk bersubsidi akan dilakukan berdasarkan musim tanam. Petani diminta menyesuaikan penebusan sesuai kebutuhan dan ketentuan terbaru agar distribusi pupuk semakin tepat sasaran.
“Kami mengimbau seluruh petani agar menyesuaikan penebusan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan terbaru. Dengan mekanisme ini, distribusi pupuk diharapkan semakin tepat sasaran dan sesuai kebutuhan setiap musim tanam,” ujar Danang.
Mendatang, Dispertan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, Pemprov Jawa Timur, Pupuk Indonesia Holding Company, dan para distributor untuk memastikan ketersediaan serta kelancaran distribusi pupuk bersubsidi bagi petani Banyuwangi. (*)






