KabarBaik.co, Jakarta — Rangkaian turnamen bulu tangkis level tertinggi BWF World Tour Super 1000 tahun 2026 resmi berakhir di China Open. Di tengah dominasi kekuatan besar seperti China, Korea Selatan, dan Jepang, Indonesia akhirnya mampu mencatatkan satu gelar penting melalui pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Gelar di China Open 2026 menjadi penyelamat wajah Indonesia setelah tiga agenda Super 1000 sebelumnya, yakni Malaysia Open, All England, dan Indonesia Open, berakhir tanpa satu pun gelar juara bagi wakil Merah Putih. China Open pun menjadi panggung terakhir bagi Indonesia untuk menghindari catatan nol gelar di turnamen elite dengan level tertinggi BWF World Tour.
Fajar/Fikri tampil sebagai pahlawan Indonesia di Changzhou. The Thunder Pasundan itu menaklukkan pasangan nomor 1 dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, pada laga final dengan skor dramatis 16-21, 21-19, 21-19. Kemenangan tersebut sekaligus mempertahankan gelar China Open dan mempertegas bahwa sektor ganda putra masih menjadi tumpuan utama Indonesia di panggung dunia.
Hasil tersebut memiliki arti besar bagi bulu tangkis Indonesia. Setelah era kejayaan beberapa pasangan legendaris ganda putra, Fajar/Fikri menunjukkan bahwa tradisi badminton Indonesia belum mati. Teurtama di sektor ganda putra tersebut. Mereka menjadi satu-satunya pasangan Indonesia yang mampu membawa pulang trofi Super 1000 pada musim 2026.
Berikut daftar lengkap juara BWF Super 1000 tahun 2026:
Malaysia Open 2026
- Tunggal Putra: Kunlavut Vitidsarn (Thailand)
- Tunggal Putri: An Se-young (Korea Selatan)
- Ganda Putra: Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea Selatan)
- Ganda Putri: Liu Sheng Shu/Tan Ning (China)
- Ganda Campuran: Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China)
All England 2026
- Tunggal Putra: Lin Chun-yi (Chinese Taipei)
- Tunggal Putri: Wang Zhiyi (China)
- Ganda Putra: Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea Selatan)
- Ganda Putri: Liu Sheng Shu/Tan Ning (China)
- Ganda Campuran: Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan (Chinese Taipei)
Indonesia Open 2026
- Tunggal Putra: Jia Heng Jason Teh (Singapura)
- Tunggal Putri: An Se-young (Korea Selatan)
- Ganda Putra: Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia)
- Ganda Putri: Liu Sheng Shu/Tan Ning (China)
- Ganda Campuran: Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis)
China Open 2026
- Tunggal Putra: Chou Tien Chen (Chinese Taipei)
- Tunggal Putri: Akane Yamaguchi (Jepang)
- Ganda Putra: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (Indonesia)
- Ganda Putri: Liu Sheng Shu/Tan Ning (China)
- Ganda Campuran: Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (China)
China Open 2026 menjadi penutup yang menarik karena tuan rumah China tidak sepenuhnya mendominasi. Gelar tunggal putra dan tunggal putri justru jatuh kepada pemain dari Chinese Taipei dan Jepang, sementara sektor paling bergengsi bagi Indonesia, ganda putra, kembali menjadi milik Fajar/Fikri.
Jika melihat keseluruhan rangkaian Super 1000 2026, China tetap menjadi kekuatan terbesar terutama di nomor ganda. Liu Sheng Shu/Tan Ning tampil sangat konsisten di sektor ganda putri, sementara pasangan China juga berjaya di ganda campuran.
Namun, Indonesia memiliki cerita tersendiri. Meski gagal total di tiga turnamen awal, satu kemenangan di China Open cukup untuk menjaga reputasi sebagai salah satu kiblat dan negara besar dalam sejarah bulu tangkis dunia.
Fajar/Fikri bukan hanya membawa pulang trofi, tetapi juga menyelamatkan catatan Indonesia dari kemungkinan mengakhiri musim Super 1000 tanpa gelar. Satu gelar. Satu panggung terakhir. Tetapi cukup untuk menjaga nama Indonesia tetap berdiri di antara elite bulu tangkis dunia.
Perjalanan belum akan usai. Selanjutnya, Garuda tengah menatap BWF World Championships 2026 (Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis) yang akan berlangsung pada 17–23 Agustus, di New Delhi, India. Kejuaraan Dunia BWF sangat bergengsi dalam olahraga tepok bulu ini karena mereka yang menang berhak menyandang status gelar juara dunia. (*)






