Sehari Setelah Harga Pertamax Naik, Pertamina Sebut Belum Ada Lonjakan Konsumen Pertalite

oleh -110 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 11 at 12.30.09 PM
Salah satu SPBU di Surabaya (Ist)

KabarBaik.co, Surabaya — Kenaikan harga BBM non-subsidi yang berlaku mulai 10 Juni 2026 belum berdampak signifikan terhadap pola konsumsi masyarakat. Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mencatat belum terjadi perpindahan besar-besaran pengguna Pertamax ke Pertalite meski harga BBM RON 92 tersebut naik cukup tajam.

Berdasarkan penyesuaian harga terbaru, Pertamax (RON 92) kini dijual Rp 16.250 per liter dari sebelumnya Rp 12.300 per liter. Sementara Pertamax Green 95 (RON 95) naik dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 17.000 per liter.

Di tengah kenaikan tersebut, masyarakat sempat mempertanyakan kemungkinan terjadinya lonjakan konsumsi Pertalite akibat peralihan pengguna BBM non-subsidi. Namun hingga sehari setelah penyesuaian harga diberlakukan, Pertamina menyebut kondisi konsumsi masih relatif normal.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan konsumsi BBM di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.

Menurut Ahad, sampai saat ini belum terlihat adanya perubahan signifikan dari sisi perilaku konsumen maupun lonjakan permintaan pada produk BBM tertentu.

“Peralihan masih belum terlihat signifikan,” kata Ahad saat dikonfirmasi KabarBaik.co, Kamis (11/6).

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan BBM di SPBU. Pertamina telah memastikan stok seluruh produk, baik BBM subsidi maupun non-subsidi, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Untuk kepastian ketersediaan BBM non-subsidi di tengah perubahan harga tidak ada kendala berarti. Sampai saat ini kondisi stok untuk semua produk, baik BBM non-subsidi maupun subsidi, dalam posisi terjaga,” ujarnya.

Kondisi tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan habisnya stok Pertalite akibat peningkatan konsumsi pasca kenaikan harga Pertamax. Hingga kini, Pertamina belum menemukan indikasi adanya gangguan pasokan maupun peningkatan permintaan yang berlebihan di jaringan SPBU wilayah Jatimbalinus.

Selain memastikan ketersediaan stok, Pertamina juga menjamin distribusi BBM dari terminal hingga SPBU berjalan normal. Seluruh rantai pasok energi disebut tetap beroperasi sesuai perencanaan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan.

“Kondisi penyaluran untuk semua produk dalam wilayah Regional Jatimbalinus terpantau lancar dan tanpa kendala. Tentunya akan terus kami jaga,” katanya.

Dalam penyesuaian harga terbaru, tidak seluruh produk BBM non-subsidi mengalami kenaikan. Pertamax Turbo (RON 98) tetap dipasarkan pada harga Rp 20.750 per liter. Begitu pula Dexlite (CN 51) yang bertahan di level Rp 23.000 per liter dan Pertamina Dex (CN 53) sebesar Rp 24.800 per liter.

Pertamina menegaskan bahwa evaluasi terhadap konsumsi BBM akan terus dilakukan secara berkala seiring penyesuaian harga yang berlaku. Perseroan juga memastikan kesiapan infrastruktur dan pasokan energi untuk mengantisipasi perubahan pola konsumsi masyarakat apabila terjadi peningkatan permintaan pada produk tertentu.

Dengan stok yang terjaga dan distribusi yang berjalan lancar, Pertamina optimistis kebutuhan energi masyarakat di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara tetap dapat terpenuhi meski terjadi perubahan harga pada sejumlah produk BBM non-subsidi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.