Elpiji 3 Kg di Bojonegoro Langka Meski Ada Tambahan 22.760 Tabung

oleh -94 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 14 at 9.55.46 AM
Pangkalan LPG 3 kg di Kecamatan Kota Bojonegoro (Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kg masih dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Bojonegoro. Kondisi ini terjadi meski Pertamina Patra Niaga mengaku telah menyalurkan tambahan pasokan sebanyak 22.760 tabung melalui program extra dropping selama empat hari pada awal Juli.

Terbatasnya pasokan membuat pedagang hanya menerima sebagian kecil dari kuota biasanya. Akibatnya, stok cepat habis dan harga dari pemasok ikut mengalami kenaikan.

Umi Nur Laela, pemilik toko kelontong di Kecamatan Dander, mengatakan kelangkaan elpiji sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Menurutnya, pasokan tidak benar-benar kosong, namun distribusinya tidak berjalan lancar.

“Bukan kosong, tetapi tidak lancar,” ujarnya, Selasa (14/7).

Ia menjelaskan kondisi tersebut membuat harga beli dari pemasok naik dari semula Rp 18 ribu menjadi Rp 20 ribu per tabung. Meski demikian, ia tetap menjual elpiji kepada pelanggan seharga Rp 22 ribu per tabung.

“Dari pemasok harganya naik. Saya tetap jual Rp 22 ribu. Informasinya di beberapa warung bahkan sudah mencapai Rp 25 ribu per tabung,” katanya.

Selain harga yang meningkat, jumlah pasokan yang diterima juga berkurang drastis. Jika sebelumnya ia bisa memperoleh 12 hingga 13 tabung dengan pengiriman dua sampai tiga kali dalam sepekan, kini hanya mendapat lima tabung dalam satu kali pengiriman.

Akibat stok yang terbatas, Umi mengaku terpaksa memprioritaskan penjualan kepada pelanggan tetap.

“Sekarang hanya dijatah lima tabung. Jadi saya dahulukan pelanggan yang memang biasa membeli di sini,” keluhnya.

Kondisi serupa juga dialami Nikmatul Khoiriyah, pemilik toko kelontong di Kecamatan Ngraho. Ia mengaku pasokan elpiji di wilayahnya juga belum normal karena hanya menerima jatah tiga tabung setiap dua pekan.

“Padahal saya sempat melihat truk khusus elpiji menurunkan tabung, tetapi tidak ada yang masuk ke dusun-dusun,” ujarnya.

Sementara itu, Area Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Radedi, memastikan distribusi elpiji 3 kg di Bojonegoro berjalan lancar.

“Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat, Pertamina telah menyalurkan tambahan pasokan sebanyak 22.760 tabung melalui program extra dropping selama periode 6 hingga 9 Juli 2026,” Kata Ahad.

Tambahan pasokan tersebut didistribusikan ke lima kecamatan yang dinilai mengalami peningkatan kebutuhan, yakni Dander, Temayang, Sugihwaras, Gondang, dan Bubulan.

Selain itu, Pertamina mengaku telah menginstruksikan seluruh agen agar memprioritaskan distribusi ke pangkalan yang stoknya terbatas serta terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Dindagkop UM) Bojonegoro untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi elpiji bersubsidi. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.