Korsleting Listrik, Gudang SMKN 1 Baureno Bojonegoro Terbakar

oleh -82 Dilihat
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di SMKN 1 Baureno. (Foto: Ist)
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di SMKN 1 Baureno. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Sebuah gudang penyimpanan barang bekas di lingkungan SMK Negeri 1 Baureno, Kabupaten Bojonegoro, terbakar pada Senin (13/7). Beruntung, api tidak sempat merambat ke bangunan ruang kelas sehingga kerugian yang lebih besar berhasil dihindari.

Peristiwa kebakaran terjadi di kompleks sekolah yang berada di Jalan Raya Jurusan Kepohbaru Nomor 258, Desa Baureno, Kecamatan Baureno. Api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 17.20 WIB.

Menurut Ahmad Agus selaku kepala bidang pemadaman dan penyelamatan damkarmat Bojonegoro mengatakan, bahwa laporan pertama disampaikan Agus Dwi Faisal (41) yang merupakan guru sekolah di SMKN 1 Baureno. Pos Pemadam Kebakaran Baureno menerima yang menerima laporan langsung meluncur ke TKP.

“Sebanyak satu unit mobil pemadam dari Pos Baureno dan satu unit Firedom 16 dari Pos Sumberrejo diterjunkan ke lokasi dengan dukungan tujuh personel,” ujar Agus.

Saat petugas tiba, api diketahui telah padam. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Insiden tersebut menghanguskan gudang berukuran sekitar 5 x 8 meter yang digunakan untuk menyimpan barang-barang bekas beserta isinya.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun akibat kejadian itu, kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp5 juta. Sementara itu, bangunan ruang kelas beserta isinya dengan nilai aset sekitar Rp1 miliar berhasil diselamatkan karena api tidak sempat menjalar ke bagian utama sekolah.

“Meski saat petugas tiba api sudah padam, kami tetap melakukan pengecekan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa. Langkah ini penting agar tidak terjadi penyalaan kembali yang dapat membahayakan bangunan di sekitarnya,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat, termasuk pengelola fasilitas pendidikan, agar rutin memeriksa instalasi listrik dan tidak mengabaikan tanda-tanda kerusakan pada jaringan listrik.

“Sebagian besar kebakaran dipicu oleh korsleting listrik. Karena itu, pemeriksaan instalasi secara berkala perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” tambah Ahmad Agus.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.