KabarBaik.co, Malang – Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran yang terjadi di area pembuangan sampah Pasar Turen, Kabupaten Malang, Senin (13/7). Peristiwa tersebut menghanguskan satu kios pedagang sembako serta dua fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di kawasan pasar.
Kasi Humas Polres Malang AKP M. Budiono mengatakan tim Inafis bersama Satreskrim Polres Malang telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber api yang memicu kebakaran.
“Petugas dari Inafis dan Satreskrim Polres Malang telah melakukan olah TKP. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan untuk memastikan asal mula munculnya api,” terang Budiono, Selasa (13/7).
Menurutnya, kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah hampir dua setengah jam berjibaku, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan kobaran api sekitar pukul 20.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Pasar dan PKL Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Laili Aliyah, menjelaskan bahwa titik kebakaran berada di area pasar sayur yang berada di belakang bangunan utama Pasar Turen, tepatnya di lokasi pembuangan sampah.
Akibat kebakaran itu, satu kios sembako ludes terbakar bersama dua ruang MCK yang berada di sekitar lokasi. Hingga kini, Disperindag masih melakukan pendataan untuk menghitung besaran kerugian yang ditimbulkan.
Laili menegaskan jika kebakaran tidak mengganggu aktivitas perdagangan karena saat kejadian pasar sayur memang sedang tidak beroperasi.
“Aktivitas jual beli di lokasi tersebut hanya berlangsung pada pukul 02.00 hingga 06.00 WIB,” tegasnya.
Di sisi lain, Koordinator Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Pasar Turen, Saifudin, mengungkapkan berdasarkan laporan awal yang diterimanya, api diduga pertama kali muncul dari bawah rumpun bambu di sekitar area pembuangan sampah.
Api kemudian dengan cepat membakar tumpukan sampah dan barang rongsokan sebelum merembet ke kios pedagang serta fasilitas MCK. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
“Yang terbakar sampah sama rosokan. Selama saya di sini, kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi,” ujar Saifudin. (*)






