KabarBaik.co, Bojonegoro – Setelah beberapa kali mengalami penundaan pengoperasian akibat belum mengantongi izin, RSUD Temayang akhirnya dijadwalkan bakal beroperasi pada Juli ini. Pemkab Bojonegoro kini tengah menuntaskan berbagai persiapan, termasuk pengisian struktur organisasi melalui mutasi pejabat yang dilakukan pada Selasa (7/7).
Sejumlah jabatan strategis telah terisi, mulai dari direktur, kepala bagian umum dan keuangan, kepala bidang pelayanan, kepala bidang penunjang, kepala subbagian umum, kepala subbagian keuangan, kepala seksi pelayanan medis, kepala seksi pelayanan perawatan, hingga kepala seksi penunjang nonmedis.
Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro Ninik Susmiati membenarkan bahwa RSUD Temayang ditargetkan segera diresmikan dan mulai memberikan pelayanan kepada masyarakat pada bulan ini.
“Setelah pengisian struktur kepegawaian ini, kami melanjutkan proses pengajuan izin, kemudian akan dilakukan launching. Insyaallah masih dalam bulan ini. Semoga semua berjalan lancar sesuai rencana,” ujar Ninik, Jumat (10/7).
Ia menjelaskan para pegawai yang baru dimutasi tidak langsung bertugas di RSUD Temayang. Dinas Kesehatan memberikan waktu untuk proses serah terima pekerjaan di instansi sebelumnya agar perpindahan tugas berjalan tertib.
“Saya beri waktu untuk serah terima tugas di tempat lama. Mulai Jumat mereka sudah berkantor di RSUD Temayang untuk mempersiapkan operasional rumah sakit,” jelasnya.
Sebelumnya, RSUD Temayang ditargetkan mulai beroperasi pada awal Mei 2026 kemarin. Namun, rencana tersebut harus ditunda setelah hasil visitasi tim dari Pemprov Jatim menemukan dua fasilitas yang belum memenuhi standar pelayanan.
Dua ruangan yang menjadi catatan adalah Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang operasi (Operating Room/OK), sehingga diperlukan sejumlah perbaikan sebelum rumah sakit memperoleh izin operasional.
Dengan rampungnya pengisian struktur organisasi dan proses perizinan yang terus berjalan, Pemkab Bojonegoro optimistis RSUD Temayang segera dapat melayani masyarakat, khususnya warga di wilayah barat Bojonegoro, sehingga akses terhadap layanan kesehatan menjadi lebih mudah dan cepat. (*)






