Warga Datangi SPPG Sukoharjo 1 Kota Malang, Soroti Tak Ada Komunikasi hingga Dampak Operasional

oleh -99 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 10 at 3.16.26 PM
Salah seorang warga protes di depan aparat keamanan (foto : Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Sejumlah warga di sekitar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo 1, Kelurahan Sukoharjo, Klojen, Kota Malang, mendatangi SPPG tersebut, Jumat (10/7). Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan sejumlah aspirasi yang selama ini dinilai belum mendapatkan tanggapan dari pihak pengelola.

Perwakilan warga RT 12, Lusi, mengatakan masyarakat berharap dapat bertemu langsung dengan pengelola SPPG untuk memperoleh penjelasan mengenai berbagai persoalan yang muncul sejak pembangunan hingga menjelang operasional dapur MBG.

“Warga hanya ingin bertemu dengan pengelola agar ada penjelasan. Kami ingin komunikasi yang baik,” ujar Lusi.

Menurutnya, salah satu persoalan yang dipersoalkan warga adalah minimnya komunikasi sejak awal pembangunan. Bangunan SPPG berdiri di wilayah RT 12 dengan akses masuk melalui RT 10, namun warga mengaku tidak pernah diajak bermusyawarah ataupun menerima sosialisasi sebelum proyek dimulai.

“Mulai berdiri tidak ada perundingan dengan RT maupun warga. Tahu-tahu pembangunan berjalan,” tandasnya.

Tak hanya itu, warga juga mempertanyakan manfaat yang dijanjikan dari keberadaan dapur MBG bagi masyarakat sekitar. Mereka berharap operasional SPPG dapat membuka kesempatan kerja bagi warga setempat, tetapi hingga kini peluang tersebut dinilai belum dirasakan.

“Katanya keberadaan MBG bisa membantu warga sekitar, tapi kenyataannya warga di sini hampir tidak ada yang bekerja, kecuali yang masih memiliki hubungan keluarga,” ungkapnya.

Selain persoalan kesempatan kerja, masyarakat turut mengkhawatirkan dampak aktivitas distribusi makanan terhadap lingkungan permukiman. Arus keluar masuk kendaraan operasional setiap hari dikhawatirkan menimbulkan kemacetan karena jalan menuju lokasi relatif sempit.

“Kalau nanti ada mobil keluar masuk setiap hari, kami khawatir bisa mengganggu akses warga karena jalannya tidak terlalu lebar,” ucap Lusi.

Warga juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat beredar informasi mengenai adanya bantuan atau kompensasi bagi lingkungan sekitar sebagai dampak operasional SPPG. Namun hingga saat ini, mereka mengaku belum melihat realisasi dari rencana tersebut.

“Dulu sempat dijanjikan akan ada bantuan atau kompensasi untuk lingkungan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasinya,” ungkapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPPG Sukoharjo 1 maupun Badan Gizi Nasional (BGN) belum memberikan tanggapan resmi atas berbagai keluhan yang disampaikan warga. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi sebagai bagian dari penerapan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.