Meski Anggaran Dipangkas, Job Fair Kota Malang 2026 tetap Digelar Agustus, Target 5.000 Pencari Kerja

oleh -80 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 08 at 1.39.11 PM scaled
Pelaksanaan Job Fair 2026 yang sebelumnya diselenggarakan di Kota Malang (foto: Putut Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Pemkot Malang tetap mempertahankan target 5.000 peserta pada pelaksanaan Job Fair 2026 meski anggaran penyelenggaraan mengalami pemangkasan sebesar Rp 100 juta. Efisiensi tersebut berdampak pada berkurangnya jumlah perusahaan yang akan membuka lowongan dalam bursa kerja tahunan tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan Job Fair 2026 dijadwalkan berlangsung pada pekan ketiga Agustus mendatang di GOR Ken Arok, Kecamatan Kedungkandang.

“Kami tetap menargetkan 5.000 peserta seperti tahun lalu. Rencananya job fair akan digelar pada minggu ketiga Agustus 2026,” ujar Arif, Rabu (8/7).

Arif menjelaskan pengurangan anggaran membuat pihaknya harus membatasi jumlah perusahaan peserta. Jika pada penyelenggaraan sebelumnya sekitar 60 perusahaan ambil bagian, tahun ini diperkirakan hanya sekitar 50 perusahaan yang dapat difasilitasi.

“Jumlah perusahaan yang ikut memang berkurang. Tahun ini sekitar 50 perusahaan, sedangkan tahun lalu mencapai 60 perusahaan karena anggaran kami dipotong Rp 100 juta,” ujarnya.

Meski demikian, Disnaker-PMPTSP masih menunggu kepastian dari masing-masing perusahaan terkait jumlah lowongan pekerjaan yang akan dibuka. Sebagai gambaran, pada Job Fair 2025 tersedia hampir 2.500 lowongan kerja dari puluhan perusahaan peserta.

Untuk memudahkan pelayanan, proses pendaftaran peserta akan dilakukan secara daring. Namun, Disnaker-PMPTSP tetap menyediakan sekitar 1.000 kuota bagi pencari kerja yang ingin melakukan pendaftaran langsung di lokasi kegiatan.

“Nanti pendaftaran dilakukan secara online. Dari total 5.000 kuota, kemungkinan sekitar 1.000 kuota kami siapkan untuk pendaftaran di tempat,” jelasnya.

Tak hanya menjadi ajang mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja, Pemkot Malang juga akan melakukan evaluasi terhadap hasil penyelenggaraan Job Fair. Seluruh perusahaan peserta diminta melaporkan jumlah tenaga kerja yang berhasil direkrut setelah kegiatan selesai.

“Laporan tersebut akan kami gunakan untuk mengetahui sejauh mana hasil pelaksanaan job fair terhadap penyerapan tenaga kerja,” ungkap Arif.

Ia menambahkan penyelenggaraan Job Fair merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Namun demikian, lowongan pekerjaan yang tersedia tidak dapat diprioritaskan hanya bagi warga Kota Malang karena proses rekrutmen harus terbuka untuk masyarakat umum.

“Kami memang ingin membantu menekan TPT, tetapi kesempatan kerja harus terbuka untuk umum sehingga tidak bisa dikhususkan hanya bagi warga Kota Malang,” tuturnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, tingkat pengangguran terbuka pada 2025 tercatat sebesar 5,69 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan 2024 yang berada di level 6,1 persen, sehingga Pemkot Malang berharap pelaksanaan Job Fair 2026 dapat kembali berkontribusi dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.