KabarBaik.co, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar Apel Gladi Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Taman Brantas Indah (TBI), Desa Mlirip, Kecamatan Jetis, Rabu (8/7).
Apel dipimpin Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa atau Gus Barra dan diikuti 295 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Basarnas, Satpol PP, PMI, Perhutani, relawan kebencanaan, dunia usaha, hingga sejumlah instansi terkait.
Gus Barra menegaskan, apel tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk kesiapan seluruh pihak dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau.
“Apel kesiapsiagaan ini merupakan wujud komitmen dan tanggung jawab kita bersama untuk memastikan seluruh sumber daya siap menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.
Menurut Gus Barra, perubahan iklim membuat musim kemarau semakin sulit diprediksi. Sementara Kabupaten Mojokerto memiliki kawasan hutan produksi, hutan lindung, dan hutan konservasi yang rawan terjadi kebakaran.
Karena itu, ia menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Mojokerto juga meluncurkan branding kebencanaan “Mojokerto Tangguh Rek” yang merupakan akronim dari Tanggap, Tangkas, Unggul, dan Harmoni untuk Resiliensi. Branding tersebut menjadi identitas baru dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Selain itu, turut diperkenalkan aplikasi Mojo Mandala yang terintegrasi dalam Super Aplikasi Mojocaakti. Aplikasi ini berfungsi sebagai layanan pelaporan dan penyebaran informasi kebencanaan secara cepat dan mudah.
Usai apel, Gus Barra bersama Forkopimda menyaksikan simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan, yang dilanjutkan dengan simulasi penyelamatan kecelakaan air di Sungai Brantas sebagai uji kesiapan personel dan koordinasi lintas instansi.
Di akhir kegiatan, Gus Barra mengajak masyarakat ikut berperan aktif mencegah karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah serta segera melaporkan jika menemukan titik api.
“Dengan kesiapsiagaan yang matang, koordinasi yang solid, dan semangat gotong royong, Kabupaten Mojokerto akan semakin tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana,” pungkasnya.






