KabarBaik.co, Jember – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Kabupaten Jember berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam menjaga stabilitas domestik. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) per Juni 2026, laju inflasi di Jember tercatat tetap stabil dan bahkan berada di bawah rata-rata nasional.
Bupati Jember Muhammad Fawait, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari sinergi kuat lintas sektor. Dampak positifnya pun langsung dirasakan masyarakat, mulai dari terjaganya daya beli hingga roda ekonomi daerah yang terus bergerak dinamis.
“Inflasi yang terkendali adalah hasil kerja bersama. Mari kita terus jaga stabilitas harga untuk kesejahteraan masyarakat Jember,” tutur Gus Fawait pada Kamis (9/7).
Gus Fawait juga memaparkan sejumlah indikator penting yang menunjukkan sehatnya kondisi fiskal di Jember saat ini, inflasi bulan Mei–Juni 2026, berada di angka 0,11 persen, membuktikan harga kebutuhan pokok di pasar cenderung stabil dalam jangka pendek.
“Januari–Juni 2026, akumulasi kenaikan harga berhasil diredam di posisi 1,35 persen. Tahunan Menyentuh angka 3,13 persen,” paparnya.
Angka ini tidak hanya masuk dalam target sasaran nasional 1,5 – 3,5 persen tetapi juga lebih rendah dari rata-rata inflasi nasional yang mencapai 3,34 persen.
Meski sempat menghadapi tekanan berat pada Februari 2026 akibat lonjakan harga hingga 4,86 persen, intervensi taktis dari Pemkab Jember terbukti ampuh mengembalikan angka inflasi ke jalur aman pada pertengahan tahun ini.
Terkendalinya angka-angka statistik di atas berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga Jember. Minimnya gejolak harga di pasar tradisional maupun modern membuat pendapatan riil masyarakat tidak tergerus, sehingga iklim usaha tetap bergairah karena adanya kepastian harga.
“Dengan ekonomi yang stabil, kita optimistis masyarakat Jember akan semakin sejahtera. Komitmen ini akan terus kita kawal bersama,” pungkas Gus Fawait.(*)






