KabarBaik.co, Jember – Kabupaten Jember menorehkan prestasi gemilang di awal tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Jember pada Triwulan I 2026 melejit hingga 6,35 persen (year on year).
Raihan ini tidak hanya membawa Jember memuncaki pertumbuhan ekonomi di kawasan Sekar Kijang, tetapi juga sukses melampaui rata-rata performa Jawa Timur, 5,96 persen serta nasional 5,61 persen.
Jika disandingkan dengan wilayah tetangga, Jember berada di posisi terdepan
Banyuwangi 6,14 persen, Lumajang 5,89 persen, Situbondo 5,50 persen dan Bondowoso 5,42 persen.
Kepala BPS Kabupaten Jember Peni Dwi Wahyu Winarsih, memaparkan ada empat lapangan usaha utama yang menjadi mesin penggerak roda ekonomi Jember sepanjang triwulan pertama ini
Pertanian, Kehutanan, & Perikanan
enyumbang andil terbesar, yakni 1,51 persen.
Industri Pengolahan sebesar 1,45 persen, Perdagangan, 0,89 persen dan Informasi & Komunikasi memberikan andil 0,72 persen.
Sementara itu, sektor-sektor pendukung lainnya turut menyumbang fluktuasi pertumbuhan yang positif di angka 0,04 hingga 0,23 persen.
Melonjaknya sektor pertanian dipicu oleh meroketnya produksi padi hingga 27 persen berkat tingginya intensitas hujan yang mengoptimalkan masa tanam. Selain padi, komoditas jagung dan sektor perikanan tangkap laut juga mencatatkan rapor hijau dibanding periode yang sama tahun lalu.
Menariknya, geliat sektor peternakan serta bisnis akomodasi makan-minum ikut terdongkrak signifikan. Hal ini dipicu oleh tingginya permintaan pasar untuk memasok kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dampaknya terasa berantai, karena pasokan pangan dan hasil industri pengolahan ini otomatis membuat aktivitas pasar dan distribusi barang di berbagai wilayah Jember menjadi jauh lebih aktif.
Pertumbuhan tajam juga terjadi di sektor konstruksi. Pemicu utamanya adalah masifnya pembangunan Sarana Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dari yang awalnya hanya berjumlah satu digit di Triwulan I 2025, kini melonjak drastis mendekati 200 unit pada Triwulan I 2026.
Di sisi lain, industri makanan dan minuman menguat sekitar 7 persen, disusul subkategori industri lain yang tumbuh rata-rata 5 persen. Sementara untuk rekor pertumbuhan tercepat (laju tertinggi) justru dipegang oleh sektor jasa perusahaan, yang didorong oleh tingginya antusiasme warga dalam berwisata dan melakukan perjalanan umrah.
Meskipun struktur ekonomi Jember yang berbasis pertanian memberikan keuntungan besar saat panen raya berbeda dengan struktur jatim yang lebih bervariasi BPS tetap memberikan catatan penting.
Peni mengingatkan bahwa sektor pertanian sangat rentan terhadap perubahan cuaca. Oleh karena itu, ketergantungan yang tinggi ini harus diantisipasi. Agar tren positif ini bisa bertahan stabil hingga akhir tahun, sinergi dan penguatan dari sektor non-pertanian mutlak diperlukan.(*)






