Luas Tanam Padi Baru di Kabupaten Blitar Tembus 19 Ribu Hektare

oleh -56 Dilihat
IMG 20260710 WA0031
Lahan padi Blitar. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar terus menjaga kesinambungan produksi padi dengan mempercepat masa tanam. Hingga periode Januari–Mei 2026, luas tanam padi baru di Kabupaten Blitar telah mencapai 19.413 hektare.

Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Blitar, Siswoyo Adi Prasetyo mengatakan, percepatan tanam dilakukan agar tidak terjadi jeda produksi setelah musim panen. Dengan demikian, ketersediaan beras di Kabupaten Blitar tetap terjaga sepanjang tahun.

“Selama Januari sampai Mei 2026, luas tanam padi baru di Kabupaten Blitar sudah mencapai 19.413 hektare. Luasan ini kami siapkan untuk menjaga kesinambungan produksi pada musim panen berikutnya,” ujar Siswoyo, Jumat (10/7).

Menurut Siswoyo, keberhasilan mempertahankan ritme tanam menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Selain memastikan lahan kembali ditanami setelah panen, penyuluh pertanian juga terus mendampingi petani mulai dari pengelolaan lahan, pemanfaatan sarana produksi, hingga penyesuaian pola tanam dengan kondisi cuaca.

Di sisi lain, sektor pertanian padi di Kabupaten Blitar juga mencatatkan hasil positif. Selama lima bulan pertama tahun ini, luas panen mencapai 27.547 hektare dengan produktivitas rata-rata 6,79 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Dari capaian tersebut, total produksi padi mencapai 187.111 ton GKP.

“Capaian luas tanam ini menjadi modal penting untuk mempertahankan produksi padi ke depan. Kami berharap petani terus menjaga semangat tanam agar ketersediaan pangan tetap aman,” katanya.

DKPP, lanjut Siswoyo, akan terus memperkuat pendampingan kepada petani melalui penyuluhan, pengawasan penggunaan pupuk, serta optimalisasi sistem pengairan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas sekaligus memperluas areal tanam yang masih berpotensi dikembangkan.

“Kami berkomitmen mempertahankan produktivitas padi sekaligus memperluas areal tanam yang potensial. Dengan begitu, produksi padi Kabupaten Blitar diharapkan tetap stabil hingga akhir 2026 dan mampu mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.