KabarBaik.co, Lombok Barat – Kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/7), disambut antusias ribuan warga yang memadati ruas jalan menuju Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat. Semula, Prabowo dijadwalkan terbang menggunakan helikopter dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) dan langsung mendarat di kawasan Bendungan Meninting.
Namun, dengan pertimbangan agar dapat menyapa masyarakat secara langsung, titik pendaratan dialihkan ke Lapangan Desa Dasan Griya. Dari lokasi pendaratan, Presiden melanjutkan perjalanan menuju Bendungan Meninting menggunakan kendaraan kepresidenan Maung berpelat nomor RI 1. Sepanjang perjalanan, ribuan warga dari berbagai usia telah menunggu di sisi jalan untuk menyaksikan secara langsung kedatangan kepala negara.
Di tengah perjalanan, Prabowo beberapa kali berdiri melalui sunroof kendaraan Maung RI 1 untuk menyapa masyarakat. Dia tidak hanya melambaikan tangan, tetapi juga beberapa kali menghentikan kendaraan guna bersalaman dengan warga yang telah menunggu di sepanjang rute perjalanan. Suasana semakin hangat ketika seorang warga mengangkat anaknya mendekati Presiden. Dengan penuh keakraban, Presiden Prabowo memeluk dan mencium anak tersebut.
Momen itu disambut sorak-sorai dan tepuk tangan masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Usai meresmikan lima bendungan yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Presiden kembali menuju Lapangan Desa Dasan Griya untuk melanjutkan perjalanan menggunakan helikopter ke Provinsi Bali.
Antusiasme masyarakat kembali terlihat sepanjang perjalanan menuju helipad. Warga memadati sisi jalan untuk memberikan salam perpisahan. Teriakan “Prabowo… Prabowo…!” menggema di sepanjang rute, disertai lambaian tangan dan sorak kegembiraan saat iring-iringan Presiden melintas.
Kehangatan sambutan masyarakat tersebut menjadi salah satu momen yang paling mencuri perhatian dalam kunjungan kerja Prabowo di Pulau Lombok. Interaksi langsung dengan warga menunjukkan kedekatan Presiden dengan masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyapa dan bertemu langsung dengan kepala negara. (*)






