DMI Jatim Cetak Dai Muda Inklusif, Libatkan Remaja hingga Sahabat Disabilitas

oleh -71 Dilihat
DMI JATIM
Pelatihan dai muda yang diselenggarakan PW DMI Jawa Timur.

KabarBaik.co, Surabaya – Upaya mencetak dai muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus menghadirkan dakwah inklusif terus dilakukan Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Jawa Timur. Melalui Pelatihan Retorika Dakwah Remaja Masjid, DMI Jatim membina 100 peserta. Mereka berasal dari kalangan remaja masjid, termasuk sahabat disabilitas, sebagai bagian dari regenerasi pendakwah yang ramah, komunikatif, dan relevan di era digital.

Ketua Departemen Dakwah PW DMI Jawa Timur Dr KH A. Syukron Djazilan mengatakan, pelatihan tahap pertaman digelar di Masjid Al-Jihad Surabaya pada 4 Juli 2026 itu merupakan bentuk komitmen DMI dalam menghadirkan dakwah yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Kami berkomitmen menghadirkan dakwah yang ramah, inklusif, dan dapat diakses oleh semua kalangan. Karena itu, kami menyelenggarakan Pelatihan Retorika Dakwah Remaja Masjid sebagai ruang pembinaan bagi generasi muda, termasuk sahabat disabilitas, untuk mengembangkan kemampuan berdakwah,” katanya di Surabaya, Jumat (10/7).

Menurut Syukron, pelatihan tersebut diikuti 100 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur yang terdiri atas remaja masjid putra dan putri serta perwakilan sahabat disabilitas. Keterlibatan peserta disabilitas menjadi wujud nyata komitmen DMI Jatim dalam membangun dakwah yang inklusif.

Untuk mendukung aksesibilitas, panitia menghadirkan juru bahasa isyarat (JBI) selama kegiatan berlangsung sehingga seluruh peserta dapat mengikuti setiap sesi pelatihan secara optimal.

Sementara itu, Ketua PW DMI Jawa Timur Dr KH Sujak MAg saat membuka pelatihan menegaskan bahwa masjid harus menjadi pusat pembinaan umat sekaligus ruang tumbuh bagi generasi muda. “Masjid harus menjadi rumah bersama yang memberi kesempatan kepada seluruh generasi muda untuk tumbuh dan berkontribusi dalam syiar Islam,” ujarnya.

Dia juga menekankan pentingnya menyiapkan kader-kader dai muda yang mampu menyampaikan pesan-pesan Islam secara santun, menyejukkan, dan sesuai dengan dinamika masyarakat yang semakin akrab dengan teknologi digital.

Pelatihan menghadirkan narasumber Dr  KH A. Syukron Djazilan, Dr Uji Nurul Hidayati, dan Pro. Kamal Yusuf. Mereka membekali peserta dengan materi retorika dakwah, teknik komunikasi publik, hingga penyusunan materi ceramah yang efektif.

Tidak hanya menerima teori, para peserta juga berkesempatan mempraktikkan langsung kemampuan berpidato di hadapan forum. Setiap penampilan mendapatkan evaluasi dan masukan dari para narasumber untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, serta kualitas penyampaian dakwah.

Syukron berharap pelatihan ini menjadi awal lahirnya generasi dai muda yang mampu menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat yang terbuka bagi semua kalangan. “Kehadiran remaja sahabat disabilitas dalam kegiatan ini menegaskan bahwa dakwah tidak mengenal sekat. Setiap pemuda memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan nilai-nilai Islam yang membawa rahmat, kedamaian, dan kemaslahatan,” ujarnya.

Melalui program ini, PW DMI Jawa Timur ingin memperkuat peran masjid sebagai ruang inklusif yang merangkul seluruh elemen masyarakat. Dengan memberikan kesempatan yang setara kepada remaja, termasuk penyandang disabilitas, DMI berharap lahir dai-dai muda yang tidak hanya piawai berbicara, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menyebarkan Islam yang ramah, moderat, dan penuh kasih sayang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.