KabarBaik.co, Bojonegoro – Memasuki awal musim kemarau, kasus kebakaran rumah di Bojonegoro kembali terjadi. Kali ini, sebuah rumah tidak berpenghuni di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, ludes terbakar pada Rabu (8/7) sore. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro Ahmad Agus mengatakan kebakaran diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 16.15 WIB.
Laporan dari warga diterima Pos Kota Damkarmat pada pukul 16.36 WIB. Hanya berselang dua menit, petugas langsung diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 16.50 WIB. Setelah melakukan upaya pemadaman selama lebih dari 30 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.22 WIB.
“Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan api berhasil dipadamkan pada pukul 17.22 WIB,” ujar Agus.
Rumah yang terbakar diketahui milik Suhud, 52, seorang petani. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal petugas, penyebab kebakaran diduga berasal dari hubungan arus pendek atau korsleting listrik.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Damkarmat Bojonegoro mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran serta mendapat dukungan satu unit mobil tangki suplai air dari BPBD Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak delapan personel diterjunkan untuk menjinakkan kobaran api.
Akibat kebakaran itu, rumah permanen berukuran 6 x 8 meter terbakar hingga sekitar 90 persen. Selain bangunan, sekitar 1.000 kilogram pupuk, satu set sofa, dan sebuah lemari turut hangus terbakar. Total kerugian material ditaksir mencapai Rp150 juta.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Proses pemadaman juga berjalan lancar tanpa kendala,” kata Ahmad Agus.
Damkarmat Bojonegoro mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama dengan memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik dan memenuhi standar keamanan. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala dinilai penting untuk mencegah terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar. (*)






