KabarBaik.co, Blitar – Warga Kelurahan Sukorejo, Kota Blitar, digegerkan dengan penemuan benda yang diduga roket atau rudal di aliran Sungai Lahar, Jalan Manggar. Hingga kemarin (7/7) sore, benda tersebut belum berhasil dievakuasi karena masih tertancap di dasar sungai.
Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar mengatakan, laporan penemuan diterima sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah menerima informasi, personel Polres Blitar Kota bersama sejumlah fungsi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.
“Karena benda tersebut diduga roket atau rudal, kami langsung berkoordinasi dengan Unit Jibom Brimob Polda Jatim yang berada di Kediri untuk melakukan penanganan,” ujarnya.
Benda mencurigakan itu pertama kali diketahui oleh dua warga, yakni Oki Eka Hadi Saputra, 25,dan Angga Hadiyan Prawira, 28. Keduanya menemukan benda tersebut saat mencari ikan di sungai pada Minggu (5/7) sekitar pukul 21.30 WIB.
Saat itu, Oki menginjak benda keras yang semula dikira batu. Karena bentuknya lonjong, ia kemudian menerangi dengan senter. Setelah diamati, pada salah satu ujung benda tampak empat sirip. Benda berbahan logam sepanjang sekitar 18 sentimeter itu dalam kondisi berkarat dan sebagian tertancap di dasar sungai.
Merasa khawatir, kedua saksi tidak mengambil benda tersebut dan memilih meninggalkannya. Penemuan itu baru dilaporkan kepada Ketua RT pada Rabu pagi. Setelah dicek bersama perangkat kelurahan dan Bhabinkamtibmas, laporan diteruskan ke Polsek hingga Polres Blitar Kota.
Samsul menjelaskan, proses evakuasi mengalami kendala karena benda tersebut masih menancap di tanah sungai dan terhimpit batu berukuran besar. “Hingga saat ini benda tersebut belum bisa diamankan karena masih tertancap di dasar sungai. Tim masih berupaya melakukan pengangkatan,” katanya.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, polisi memasang garis polisi di sekitar lokasi dan meminta warga tidak mendekat selama proses evakuasi berlangsung.
Terkait kondisi benda tersebut, polisi belum dapat memastikan apakah masih aktif maupun asal-usulnya. Penentuan status akan menunggu hasil pemeriksaan Unit Jibom. “Belum bisa dipastikan apakah masih aktif atau tidak. Tim masih bekerja di lokasi. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” pungkasnya. (*)






