KabarBaik.co, Jombang – Petani bawang merah di Desa Keras, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang menikmati masa panen dengan hasil yang memuaskan. Selain produksi yang melimpah, harga jual di tingkat petani yang masih relatif tinggi turut mendongkrak pendapatan mereka.
Salah satu petani, Sunarko, saat ini sedang memanen bawang merah di lahan seluas sekitar 1.500 meter persegi bersama sejumlah pekerja tani. Ia mengaku kondisi pasar yang cukup stabil membuat hasil panen kali ini memberikan keuntungan yang layak.
Dari lahan tersebut, Sunarko menanam sekitar 130 kilogram benih bawang merah. Dalam satu musim tanam, ia mampu menghasilkan sekitar 2,8 hingga 3 ton bawang merah.
Saat ini, harga bawang merah di tingkat petani berkisar Rp 23 ribu per kilogram. Menurutnya, harga tersebut masih tergolong menguntungkan karena berada di atas batas minimal yang diharapkan petani.
“Kalau harga di tingkat petani masih di atas Rp 20 ribu per kilogram, petani masih bisa senang karena masih ada keuntungan. Soalnya harga benih sekarang sudah sekitar Rp 60 ribu per kilogram. Kalau harga jual turun di bawah Rp 20 ribu, akan cukup sulit mendapatkan untung,” ujar Sunarko, Kamis (9/7).
Meski harga sedang berpihak kepada petani, Sunarko mengatakan budidaya bawang merah tetap memiliki tantangan besar.
“Serangan hama menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan produktivitas sehingga perawatan tanaman harus dilakukan secara intensif sejak awal tanam hingga panen,” katanya.
Dari hasil panen kali ini, Sunarko memperkirakan mampu meraih omzet sekitar Rp 40 juta dalam satu musim panen.
Selain menjadi sumber penghasilan bagi keluarga, usaha budidaya bawang merah yang dijalankannya juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar yang terlibat dalam proses perawatan hingga panen.
Ia berharap harga bawang merah tetap stabil sehingga petani dapat terus memperoleh keuntungan yang layak.
Menurutnya, kesetabilan harga sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha pertanian sekaligus mendukung perekonomian masyarakat pedesaan.






