KabarBaik.co, Blitar – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar mulai menggelar Sensus Ekonomi 2026 dengan menyasar seluruh pelaku usaha, termasuk profesi yang selama ini berkembang di era digital seperti konten kreator. Pendataan dilakukan mulai Juli hingga 31 Agustus 2026 untuk memperbarui basis data ekonomi di Kota Blitar.
Kepala BPS Kota Blitar, Hanung Pramusito mengatakan, sebanyak 119 petugas sensus telah diterjunkan untuk mendatangi rumah-rumah warga maupun lokasi usaha. Pendataan tidak hanya menyasar pelaku usaha konvensional seperti bengkel, toko, atau warung, tetapi juga masyarakat yang memperoleh penghasilan dari platform digital.
“Sasaran sensus ekonomi kali ini tidak hanya pelaku usaha konvensional. Konten kreator yang sudah memiliki penghasilan dari platform digital juga masuk dalam target pendataan,” ujar Hanung, Rabu (8/7).
Menurut Hanung, perkembangan ekonomi digital membuat ragam pekerjaan masyarakat semakin beragam. Karena itu, BPS perlu memperbarui data agar seluruh aktivitas ekonomi yang berkembang di masyarakat dapat tercatat. Dalam sensus tersebut, petugas akan mengumpulkan informasi mengenai jenis usaha, jumlah tenaga kerja, omzet, hingga perkembangan usaha yang dijalankan.
Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan statistik ekonomi yang lebih akurat dan mutakhir. “Tujuan sensus ekonomi adalah menyediakan data dasar yang akurat dan mutakhir dengan memotret kondisi usaha dari skala mikro sampai besar, termasuk usaha digital,” katanya.
Hanung menjelaskan, hasil pendataan nantinya menjadi acuan pemerintah pusat maupun daerah dalam menyusun kebijakan ekonomi, program bantuan, hingga perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Ia juga mengimbau masyarakat tidak ragu menerima kedatangan petugas sensus. Seluruh petugas resmi BPS dibekali tanda pengenal, rompi, dan surat tugas. Proses wawancara berlangsung sekitar 10–30 menit serta tidak dipungut biaya. “Bagi warga yang belum sempat didata, petugas akan terus mendatangi hingga seluruh data terbaru berhasil dihimpun,” pungkasnya. (*)






