KabarBaik.co, Sidoarjo – Penyelidikan kasus meninggalnya Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Ruly Setiawati, mulai mengungkap sisi lain dari sosok pria bernama tunggal Erlan, 54, yang kini masih dalam pencarian polisi.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang dihimpun pihaknya, Erlan diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan penipuan yang beroperasi di sejumlah daerah. Informasi tersebut, kata dia, telah disampaikan kepada penyidik sebagai bagian dari pengembangan penyelidikan.
“Dari informasi yang kami peroleh, yang bersangkutan diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan penipuan. Informasi itu tentu masih perlu didalami dan dibuktikan oleh penyidik,” ujar Risang, Selasa (7/7).
Menurut Risang, Erlan dikenal dengan beberapa nama panggilan, di antaranya ‘Papi Erlan’, ‘Bos Erlan’, hingga ‘Erlan BPPN’. Julukan terakhir merujuk pada informasi bahwa yang bersangkutan pernah bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) sebelum lembaga tersebut dibubarkan pada 2004.
Ia mengatakan, setelah tidak lagi bekerja di lembaga tersebut, aktivitas Erlan diduga beralih ke jaringan penipuan. Namun seluruh informasi tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan dan belum memperoleh putusan hukum yang berkekuatan tetap.
Hingga Selasa (7/7), berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang diterima keluarga korban, Erlan masih dalam pencarian Polresta Sidoarjo dan belum berhasil diamankan.
Penyidik juga menelusuri keberadaan Erlan melalui data administrasi kependudukan. Dari hasil penelusuran, ia tercatat memiliki dua alamat, masing-masing di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, serta di kawasan Komando Wilayah Pertahanan 3 (Komwilhan 3), Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.
Selain itu, muncul sejumlah informasi mengenai dugaan lokasi persembunyian Erlan, mulai dari wilayah Jawa Barat hingga Jawa Tengah. Namun hingga kini, seluruh informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian.
Risang berharap penyidik dapat segera menemukan keberadaan Erlan agar seluruh dugaan, termasuk dugaan keterkaitan dengan jaringan penipuan, dapat diungkap melalui proses hukum yang berlaku.
“Kami berharap yang bersangkutan segera menyerahkan diri. Dengan begitu, seluruh dugaan yang berkembang di masyarakat dapat dibuktikan melalui penyidikan secara profesional dan transparan,” kata Risang.
Ia juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan Erlan agar segera menyampaikannya kepada aparat kepolisian. Menurutnya, partisipasi masyarakat akan membantu mempercepat pengungkapan perkara yang hingga kini masih dalam tahap penyelidikan.(*)






