KabarBaik.co, Mataram – Personel Polsek Ampenan bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait seorang pemuda yang diduga mengalami gangguan jiwa dan kerap mengamuk di Lingkungan Kebun Bawa Nurul Yakin, Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, Selasa (7/7).
Pria tersebut dilaporkan sering bertindak agresif hingga diduga melakukan kekerasan terhadap ibu kandungnya. Kondisi itu membuat warga sekitar resah dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan keluarga maupun lingkungan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket fungsi Polsek Ampenan bersama kepala lingkungan dan warga mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus mengevakuasi pria tersebut.
Kapolsek Ampenan AKP Muhammad Ryanto, mengatakan pihaknya segera merespons laporan warga dengan mengedepankan langkah pengamanan dan koordinasi agar yang bersangkutan memperoleh penanganan medis.
“Kami menerima informasi dari masyarakat terkait adanya seorang warga yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dan kerap melakukan tindakan yang membahayakan. Personel langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak agar yang bersangkutan dapat memperoleh penanganan medis yang tepat,” ujarnya.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, petugas bersama warga membawa pria tersebut ke Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
Menurut keterangan keluarga, pria tersebut beberapa kali melakukan tindakan agresif terhadap orang tuanya, termasuk memukul tanpa alasan yang jelas. Karena khawatir kondisi itu semakin membahayakan, keluarga akhirnya meminta bantuan kepolisian.
Kapolsek menegaskan penanganan tersebut merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta membantu warga yang membutuhkan penanganan cepat.
“Kehadiran personel Polri atas aduan masyarakat seperti ini merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam rangka menjaga dan memelihara kamtibmas agar tetap kondusif,” tutupnya.
Respons cepat Polsek Ampenan mendapat apresiasi dari warga yang berharap pria tersebut memperoleh penanganan medis yang diperlukan sehingga situasi lingkungan kembali aman dan kondusif.(*)






