Kali Jambe Bojonegoro Dinormalisasi untuk Irigasi Lahan Pertanian

oleh -62 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 11 at 5.50.20 PM
Pengerukan Kali Jambe di Purwosari Bojonegoro (Ist)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Musim kemarau yang identik dengan ancaman kekeringan dimanfaatkan Pemkab Bojonegoro sebagai momentum memperkuat mitigasi bencana di sektor pertanian. Salah satu upayanya melakukan normalisasi Kali Jambe dan saluran avur di Kecamatan Purwosari guna menjaga ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian.

Langkah tersebut dinilai strategis mengingat Kecamatan Purwosari merupakan salah satu kawasan penyangga produksi pertanian di wilayah barat Bojonegoro dengan total produksi sekitar 14.185 ton. Saat musim kemarau, kebutuhan air menjadi tantangan utama karena hampir tidak ada curah hujan.

Berdasarkan hasil survei Kementerian Pertanian, Kecamatan Purwosari juga tidak memiliki cekungan air tanah (CAT). Kondisi ini membuat pasokan air untuk pertanian hanya bergantung pada aliran Kali Gandong serta air hujan.

Karena itu, musim kemarau dipilih sebagai waktu yang tepat untuk melakukan normalisasi sungai. Pengerukan sedimentasi di dasar Kali Jambe, Kali Gandong, dan saluran avur diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampung sungai sekaligus memperlancar aliran air saat musim hujan tiba. Dengan demikian, distribusi air irigasi ke lahan pertanian dapat berlangsung lebih optimal.

Camat Purwosari Ike Widyaningrum mengatakan bahwa program ini diharapkan mampu mengurangi risiko kekeringan yang selama ini kerap melanda sejumlah desa, seperti Desa Donan, Kuniran, Tinumpuk, dan Kaliombo.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas PU SDA yang telah melaksanakan normalisasi afvoer, Kali Gandong, dan Kali Jambe di Kecamatan Purwosari,” ujarnya, Sabtu (11/7).

Menurut Ike, sapaan akrabnya, pengerukan sedimen akan memperlancar aliran air sekaligus meningkatkan daya tampung sungai ketika musim hujan datang. Dampaknya, pasokan air menuju lahan pertanian akan lebih merata sehingga risiko kekeringan dapat ditekan.

“Harapan kami, normalisasi ini menjadi investasi jangka panjang bagi sektor pertanian. Ketika musim hujan tiba, air dapat mengalir lebih lancar menuju areal persawahan sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan ketahanan pangan di Kecamatan Purwosari semakin kuat,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.