Rp 1 M Disiapkan untuk Dropping Air Bersih ke 93 Desa Kekeringan di Bojonegoro

oleh -225 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 13 at 3.25.23 PM
Droping air bersih oleh petugas BPBD Bojonegoor (Ist)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar untuk penyediaan dan distribusi air bersih selama musim kemarau tahun 2026. Anggaran tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi karena puluhan desa diperkirakan akan mengalami krisis air akibat kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang dan lebih terik dibanding tahun sebelumnya.

Plt Kalaksa BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi mengatakan BPBD telah memetakan sebanyak 93 desa di 24 kecamatan yang berpotensi terdampak kekeringan dari total 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Kondisi tersebut menjadi dasar pemerintah daerah untuk mempertahankan anggaran droping air bersih sebesar Rp 1 miliar.

“Kalau dilihat tahun lalu, anggaran untuk droping air di BPBD tidak bertambah dan masih sama dengan anggaran tahun lalu,” kata Heru, Sabtu (13/6).

Menurutnya, meski jumlah desa yang diprediksi terdampak kekeringan tahun ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, pemerintah tetap menyiapkan anggaran dalam jumlah yang sama. Hal itu dilakukan karena BPBD mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah terdampak seiring berlangsungnya musim kemarau.

Heru menjelaskan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih lama dengan suhu yang lebih panas. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah yang rawan kekeringan.

“BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung cukup lama dan lebih terik. Karena itu, kami mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah desa yang terdampak kekeringan,” ujarnya.

Data BPBD menunjukkan, pada tahun 2025 terdapat 106 desa di 24 kecamatan yang mengalami kekeringan. Sementara pada tahun ini jumlah desa terdampak diperkirakan turun menjadi 93 desa. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh semakin banyaknya akses jaringan air bersih yang telah dibangun, baik melalui program pemerintah desa maupun layanan PDAM.

Dengan adanya tambahan infrastruktur air bersih tersebut, tingkat kerawanan kekeringan di sejumlah desa dapat ditekan. Namun demikian, pemerintah daerah tetap mempertahankan anggaran Rp1 miliar untuk memastikan kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi apabila dampak kemarau meluas.

BPBD Bojonegoro juga mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air selama musim kemarau. Langkah penghematan dinilai penting mengingat kondisi cuaca tahun ini diperkirakan lebih ekstrem dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga kebutuhan air bersih berpotensi meningkat di wilayah terdampak kekeringan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.