Rupiah Melemah, Pelaku Industri Golf Prediksi Jumlah Turnamen Bakal Menurun

oleh -217 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 13 at 3.13.17 PM scaled
Owner Groovy Golf sekaligus penyelenggara Metro Golf League, Teddy Salim (Irma Hari Trisiawardani)

KabarBaik.co, Surabaya – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mulai menjadi perhatian berbagai sektor usaha, termasuk industri olahraga golf. Meski dampaknya belum terlihat secara langsung di lapangan, pelaku industri memperkirakan efek yang lebih besar akan terasa pada penyelenggaraan turnamen dalam beberapa waktu ke depan.

Owner Groovy Golf sekaligus penyelenggara Metro Golf League, Teddy Salim, menilai pasar golf saat ini masih cukup stabil karena didukung oleh komunitas dan loyalis yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun. Menurutnya, para pegolf yang rutin bermain masih akan tetap turun ke lapangan meski kondisi ekonomi mengalami tekanan. Namun, situasinya bisa berbeda bagi pemain golf rekreasional atau pemain akhir pekan yang lebih sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi.

“Kalau untuk pemain yang memang sudah rutin bermain golf, saya rasa belum terlalu terpengaruh. Loyalis golf sudah terbentuk dan pasarnya sudah ada. Yang mungkin terdampak adalah pemain-pemain yang sifatnya sesekali bermain,” ujar Teddy ditemui di Golf Graha Family Surabaya, Sabtu (13/6).

Ia mengatakan hingga pertengahan tahun ini belum melihat adanya kenaikan signifikan biaya bermain golf yang berdampak langsung terhadap jumlah pemain. Namun, dampak pelemahan rupiah diperkirakan akan lebih terasa pada sektor penyelenggaraan event dan turnamen.

Menurut Teddy, berkurangnya jumlah perusahaan atau institusi yang menggelar turnamen menjadi potensi risiko yang perlu diwaspadai. Pasalnya, banyak kebutuhan penyelenggaraan turnamen yang berkaitan dengan biaya operasional dan sponsor yang ikut terdampak kondisi ekonomi.

“Saya melihat dampak terbesarnya kemungkinan pada jumlah turnamen yang diselenggarakan. Kalau kondisi ekonomi terus tertekan, perusahaan akan lebih selektif dalam mengalokasikan anggaran untuk kegiatan seperti turnamen golf,” katanya.

Meski demikian, sejumlah turnamen besar yang telah masuk dalam agenda tahunan diperkirakan tetap berjalan karena kontrak dan perencanaannya sudah disusun sejak tahun sebelumnya.

Untuk Metro Golf League Monthly Medals Series 3 Tahun 2026 sendiri, Teddy memastikan pelaksanaan turnamen tetap berlangsung sesuai jadwal. Hal itu karena sebagian besar komitmen kerja sama dengan sponsor maupun peserta telah dipersiapkan jauh-jauh hari.

Namun secara umum, ia melihat minat penyelenggaraan turnamen baru cenderung melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, turnamen yang banyak digelar masih didominasi oleh grup-grup perusahaan besar yang memiliki anggaran lebih kuat.

“Kalau melihat kondisi sekarang, turnamen yang berjalan ya masih yang itu-itu saja, terutama dari grup-grup besar. Untuk pengadaan turnamen baru memang terlihat sedikit menurun,” ungkapnya.

Meski belum terlihat dampak signifikan terhadap jumlah pemain golf, Teddy memperkirakan efek domino pelemahan rupiah baru akan mulai terlihat pada jumlah event yang digelar dalam beberapa waktu mendatang.

“Kalau saat ini saya rasa belum terlalu kelihatan. Tapi kalau kondisi berlanjut, kemungkinan dampaknya akan terlihat pada jumlah turnamen yang diselenggarakan,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.