KabarBaik.co, Jember – Universitas Jember (Unej) kembali memberangkatkan ribuan mahasiswanya untuk mengabdi kepada masyarakat. Sebanyak 2.385 mahasiswa dari berbagai program studi resmi dilepas oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Slamin.
Para mahasiswa tersebut tersebar ke dalam beberapa skema program, antara lain KKN Unej Membangun Desa (UMD), KKN Kolaborasi Sekar Kijang, KKN 3T, hingga KKN Internasional.
Prof. Slamin menitipkan empat pesan krusial bagi para peserta KKN yang tahun ini wilayah pengabdiannya menembus batas provinsi hingga lintas negara.
Mahasiswa diimbau menghormati adat istiadat setempat, terlebih jangkauan KKN kali ini sangat luas mulai dari wilayah Sekar Kijang (eks Karesidenan Besuki), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Timor Leste.
“Kehadiran mahasiswa di desa adalah untuk belajar dan menyerap pengalaman nyata yang tidak diajarkan di dalam kelas. Sekecil apa pun kontribusi yang diberikan harus bisa membawa dampak positif bagi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa KKN menjadi momentum terbaik untuk mempertajam kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, dan komunikasi persuasif langsung di lapangan.
Sementara itu, Sekretaris III Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unej, Ali Badrudin, menjelaskan bahwa seremoni pelepasan digelar secara hibrida karena sebagian mahasiswa sudah berada di lokasi.
Pada KKN Periode II Tahun Akademik 2025/2026 ini, Unej terus menggandeng kampus lain demi memperluas dampak pengabdian. Melalui KKN Kolaboratif Sekar Kijang, sebanyak 2.024 mahasiswa UNEJ akan bersinergi dengan mahasiswa dari perguruan tinggi mitra di wilayah Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.
Antusiasme tinggi salah satunya datang dari Yohana Butu, mahasiswi Program Studi Televisi dan Film yang memilih program KKN Internasional di Baucau, Timor Leste. Gadis asal Atambua, NTT ini merasa diuntungkan dengan kedekatan geografis dan budaya.
“Jarak dari rumah saya di Atambua ke Baucau hanya tiga jam lewat jalur darat. Meskipun belum terlalu fasih, modal kemampuan bahasa Tetun yang saya miliki akan sangat membantu. Kami berencana fokus pada program desa sehat, penanganan stunting, pemetaan potensi desa, serta pembuatan film pendek,” ungkap Yohana.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan mahasiswa, seluruh peserta KKN periode ini dipastikan telah terlindungi oleh asuransi. Acara pelepasan tersebut turut dihadiri oleh jajaran dekanat serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jember yang menjamin perlindungan para mahasiswa selama bertugas di lapangan.(*)






