KabarBaik.co, Bojonegoro – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam dilakukan Pemkab Bojonegoro melalui BPBD. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2026 yang digelar di Balai Desa Sidomukti, Kecamatan Kepohbaru.
Pembentukan Destana dilakukan sebagai respons terhadap berbagai potensi ancaman bencana yang dapat terjadi di wilayah desa. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk terlibat aktif dalam mengidentifikasi, menganalisis, menangani, memantau, hingga mengurangi risiko bencana di lingkungan masing-masing.
Selain itu, pembentukan Destana juga bertujuan meningkatkan kapasitas warga agar mampu mengenali risiko dan menghadapi ancaman bencana secara mandiri. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diberikan, masyarakat diharapkan mampu melakukan langkah mitigasi serta penanganan darurat sebelum bantuan dari pihak luar datang.
Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa keberhasilan penanggulangan bencana sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Menurutnya, warga merupakan pihak yang pertama kali menghadapi situasi darurat ketika bencana terjadi.
“Saya berpesan kepada Bapak-Ibu peserta Destana untuk selalu tanggap terhadap segala bentuk bencana. Saya yakin Bapak-Ibu juga sudah memiliki kemampuan untuk mengendalikan situasi ketika tanda-tanda bencana mulai muncul. Dalam hal ini, fungsi BPBD adalah sebagai koordinator agar koordinasi yang dilakukan dapat menghasilkan dampak nyata dan memberikan outcome yang jelas bagi masyarakat,” ujar Nurul Azizah, Selasa (23/6).
Ia juga melihat persoalan kekeringan yang kerap menjadi tantangan di wilayah Kepohbaru. Menurutnya, perhatian terhadap ancaman kekeringan harus menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana karena berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.
“Yang tidak kalah penting adalah memperhatikan persoalan kekeringan. Dari permasalahan kekeringan ini harus ada langkah nyata yang dieksekusi sehingga kebutuhan air masyarakat, khususnya di wilayah Kepohbaru, dapat teratasi,” tegasnya.
Dengan terbentuknya Desa Tangguh Bencana, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap risiko bencana di tingkat daerah dapat terus ditekan. Kesiapsiagaan yang terencana dan berkelanjutan diharapkan mampu menciptakan rasa aman sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa mendatang. (*)






