KabarBaik.co, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto kembali membuka pendaftaran Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Pro Bestari Tahun 2026. Untuk menjangkau lebih banyak calon penerima, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita turun langsung menyosialisasikan program tersebut kepada masyarakat, di antaranya di Kelurahan Pulorejo dan Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari.
Ning Ita mengatakan, Pro Bestari merupakan salah satu program strategis Pemkot Mojokerto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemerataan akses pendidikan. Program ini juga diharapkan mampu meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung keluarga mahasiswa.
“Biaya kuliah itu bukan cuma soal UKT. Kadang biaya kos, makan, transportasi, dan kebutuhan buku atau literasi itu jauh lebih besar dan sering bikin mahasiswa pusing. Di sinilah Pemkot hadir, supaya anak-anak hebat Kota Mojokerto bisa fokus belajar tanpa perlu cemas memikirkan biaya hidup,” kata Ning Ita, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, Pro Bestari tidak hanya memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi berdasarkan capaian akademik maupun nonakademik dengan sistem penilaian berbobot, mulai tingkat kota hingga internasional.
Selain itu, Pemkot Mojokerto juga menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Mojokerto untuk menyediakan jalur khusus bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Jalur ini tidak membatasi asal perguruan tinggi negeri, dengan pendaftaran dibuka mulai 3 September 2026.
Manfaat program tersebut telah dirasakan banyak warga. Salah satunya Hermin, warga Pulowetan, yang mengaku anaknya berhasil menyelesaikan kuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Negeri Malang dalam waktu 3,5 tahun berkat dukungan Pro Bestari.
Anaknya lulus dengan IPK 3,88 dan kini telah bekerja di salah satu perusahaan swasta nasional.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Mojokerto, khususnya kepada Ibu Wali Kota atas program beasiswa yang telah diberikan. Putra saya menerima beasiswa selama tiga tahun. Semester pertama belum bisa menerima karena masih mahasiswa baru dan harus memenuhi syarat IPK. Tahun kedua mendapat beasiswa dua semester, begitu juga pada tahun ketiga,” ujar Hermin.
Cerita serupa disampaikan Zakiyah, warga Pulorejo. Ia mengatakan adiknya yang kuliah di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) juga berhasil lulus dalam 3,5 tahun berkat bantuan Pro Bestari.
Menurutnya, sang adik kini menjadi sarjana pertama di keluarganya. Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, pengajuan beasiswa Pro Bestari 2026 dilakukan secara daring melalui aplikasi Mojo Kampus di laman https://beasiswa-disporapar.mojokertokota.go.id.
Program ini diharapkan semakin memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Kota Mojokerto.






