Bangun Karakter Warga dari WLK, Wabup Nganjuk Sampaikan Kearifan Lokal Benteng Hadapi Era Globalisasi

oleh -72 Dilihat
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro saat sesi diskusi interaktif dalam agenda Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Kawasan Wisata Lumban Kweden (WLK) Ngetos.
Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro saat sesi diskusi interaktif dalam agenda Sosialisasi Wawasan Kebangsaan di Kawasan Wisata Lumban Kweden (WLK) Ngetos.

KabarBaik.co, Nganjuk – Kawasan Wisata Lumban Kweden (WLK) di Desa Kweden, Kecamatan Ngetos, mendadak ramai dipadati ratusan warga.

Lebih dari 500 peserta dari unsur Forkopimda, Forkopimcam, perangkat desa, tokoh masyarakat, hingga pemuda berkumpul untuk mengikuti Sosialisasi Wawasan Kebangsaan.

Kegiatan bertajuk Menguatkan Wawasan Kebangsaan yang Didasari Kearifan Lokal Budaya dan Potensi Kemandirian Desa ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro.

“Indonesia akan tetap kuat apabila masyarakat di tingkat desa memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi, menjaga persatuan, menghormati keberagaman, dan terus melestarikan budaya yang diwariskan para leluhur,” ujar Mas Handy, sapaan akrab Wakil Bupati Nganjuk, Selasa (14/7).

Mas Handy menekankan betapa pentingnya menjaga akar budaya di tengah gempuran modernisasi. Menurutnya, nilai-nilai lama yang diwariskan generasi terdahulu justru menjadi modal utama dalam menjaga persatuan.

“Kearifan lokal adalah identitas bangsa yang harus kita rawat bersama sebagai benteng menghadapi berbagai pengaruh negatif di era globalisasi,” tambahnya di hadapan ratusan peserta yang hadir.

Lebih lanjut, Mas Handy menyampaikan bahwa arah pembangunan Kabupaten Nganjuk ke depan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik belaka.

Pembangunan karakter dan mental masyarakat yang berasaskan nilai-nilai kebangsaan dinilai jauh lebih krusial demi menjaga keberlanjutan daerah.

“Kemandirian desa merupakan salah satu kunci kemajuan Kabupaten Nganjuk. Ketika potensi desa mampu dikelola dengan baik, masyarakat semakin sejahtera, ekonomi tumbuh, budaya tetap lestari, dan semangat kebangsaan akan semakin kokoh,” tandasnya.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama dari bawah. Pihaknya ingin setiap desa di Nganjuk mampu mengoptimalkan potensinya masing-masing agar tidak bergantung pada wilayah luar.

“Karena itu, mari kita jadikan desa sebagai pusat lahirnya inovasi, kebersamaan, dan pembangunan yang berkelanjutan,” imbuh Mas Handy menutup arahannya.

Sosialisasi ini berhasil membuka ruang diskusi yang hangat serta melahirkan kesadaran baru bagi warga Ngetos.

Kekayaan budaya seperti gotong royong, musyawarah, dan kepedulian lingkungan disepakati bukan sekadar tradisi kuno, melainkan aset strategis untuk membawa Nganjuk menjadi kabupaten yang mandiri, maju, dan tetap berakar pada budayanya sendiri.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.