KabarBaik.co, Nganjuk – Di tengah ketidakpastian global dan lonjakan harga komoditas dunia, Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengambil langkah strategis dengan menoleh kembali pada kearifan lokal. Melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar), Pemkab Nganjuk menggelar Sarasehan Pemuda Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 di Gedung Balai Budaya Pu Sindok.
Acara yang mengusung tema Pranoto Mongso sebagai Mitigasi Risiko Iklim Strategi Pemuda Mewujudkan Swasembada Pangan di Tengah Dinamika Geopolitik Dunia ini bertujuan memotivasi generasi muda agar lebih peduli terhadap ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan ilmu titen (ilmu membaca tanda-tanda alam).
“Di tengah hiruk-pikuk dan ketidakpastian global, kita perlu menentramkan diri dan berstrategi. Negara itu akan kuat kalau salah satunya memiliki swasembada pangan yang tinggi. Jika ketahanan pangan dan energi kita kuat, digoyang apa pun bangsa ini akan tetap kokoh,” tegas Kepala Disporabudpar Kabupaten Nganjuk, Gunawan Widagdo, Rabu (8/7)
Sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur, Gunawan mengingatkan bahwa meskipun Kawasan Industri Nganjuk (KING) tengah berkembang, keberadaan Lahan Baku Sawah (LBS) wajib dipertahankan. Pemuda, akademisi, dan instansi seperti BPBD diajak bersinergi memanfaatkan Pranoto Mongso untuk memprediksi cuaca hingga mengatur pola tanam demi meminimalisir risiko gagal panen.
Selain masalah lahan sawah, Gunawan juga menyoroti dampak lingkungan dari program kehutanan sosial dan agroforestri yang tidak diperhitungkan dengan matang, karena berpotensi memicu bencana run-off (aliran permukaan) saat musim hujan tiba.
“Kita harus menyelamatkan lingkungan agar ekosistem tetap lestari. Siapa yang bisa? Ya kita, para pemuda sebagai pelaku utamanya. Jika Kabupaten Nganjuk memiliki ketahanan pangan dan energi yang bagus, kita punya potensi besar untuk menopang ketahanan nasional,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Gunawan secara terbuka mengakui tantangan keterbatasan anggaran fiskal daerah yang dihadapi Disporabudpar dalam memayungi urusan kepemudaan, olahraga, kebudayaan, hingga pariwisata. Kendati demikian, keterbatasan tersebut tidak boleh menyurutkan semangat pemuda di Bumi Anjuk Ladang untuk terus berinovasi dan berkolaborasi.
“Meskipun kemampuan fiskal daerah terbatas, kita harus tetap bersemangat dengan kondisi yang ada. Saya sangat berterima kasih kepada generasi muda, baik senior maupun junior, yang hadir hari ini. Mari kita bawa pulang ilmu ini untuk diimplementasikan bersama,” pungkas Gunawan menutup arahannya.
Acara sarasehan ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh perwakilan dari BPBD Kabupaten Nganjuk, tokoh pemuda, mahasiswa, serta pegiat lingkungan lokal yang berkomitmen mengawal ketahanan pangan daerah.






