Menko Zulhas Apresiasi Pupuk Indonesia, Sebut Berhasil Percepat Penyaluran dan Turunkan Harga Pupuk

oleh -64 Dilihat
Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam kegiatan Rembuk Tani di Desa Sinyonyoi, Mamuju, Sulawesi Barat. (Foto: Ist/PI)
Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam kegiatan Rembuk Tani di Desa Sinyonyoi, Mamuju, Sulawesi Barat. (Foto: Ist/PI)

KabarBaik.co, Mamuju – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi setelah pemerintah menyederhanakan tata kelola distribusi pupuk.

Menurut dia, perubahan regulasi yang dilakukan pemerintah telah direspons cepat oleh Pupuk Indonesia sehingga pupuk bersubsidi kini lebih mudah diakses petani.

“Sekarang pupuk lancar dan pertama kali dalam sejarah harganya dapat diskon 20 persen. Sekarang sebelum tanam pupuk sudah ada, cukup bahkan lebih,” kata Zulkifli Hasan dalam kegiatan Rembuk Tani di Desa Sinyonyoi, Mamuju, Sulawesi Barat, 3 Juli 2026 lalu.

Zulhas mengatakan, pemerintah telah memangkas berbagai aturan penyaluran pupuk bersubsidi melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2025 yang kemudian disempurnakan dengan Peraturan Presiden Nomor 113 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi. Penyederhanaan tersebut, kata dia, membuat proses penyaluran pupuk menjadi lebih cepat.

Ia menilai Pupuk Indonesia mampu segera menindaklanjuti kebijakan tersebut sehingga distribusi pupuk bersubsidi berjalan lebih efektif.

“Terima kasih kepada Pupuk Indonesia, di bawah kepemimpinan pak Rahmad (Direktur Utama) luar biasa, bisa menurunkan harga dan membangun pabrik pupuk yang baru,” tambahnya.

Pihaknya juga meminta petani tidak lagi mengkhawatirkan ketersediaan pupuk bersubsidi. Ia menyebut perubahan tata kelola pupuk pada era Presiden Prabowo Subianto membuat proses penebusan pupuk lebih mudah sekaligus menjamin ketersediaannya di berbagai daerah.

Ia mengatakan, sebelumnya penyaluran pupuk bersubsidi diatur oleh 145 regulasi yang dinilai menyebabkan proses distribusi menjadi lambat. Menurut dia, pemerintah kemudian menyederhanakan aturan tersebut sehingga petani dapat mengakses pupuk lebih mudah.

Direktur Supply Chain PT Pupuk Indonesia (Persero) Robby Setiabudi Madjid mengatakan dukungan pemerintah terhadap penyederhanaan tata kelola pupuk membuat penyaluran pupuk bersubsidi menjadi lebih efisien dan mendorong penyerapan di tingkat petani.

Hingga 30 Juni 2026, Pupuk Indonesia telah menyalurkan 4.845.686 ton pupuk bersubsidi atau sekitar 49 persen dari total alokasi nasional tahun 2026. Penyaluran tersebut terdiri atas 2.199.809 ton urea, 2.462.036 ton NPK, 40.416 ton NPK Kakao, 4.883 ton SP-36, 6.407 ton ZA, dan 141.909 ton pupuk organik.

Untuk menjaga kelancaran distribusi, perusahaan juga menyiapkan stok pupuk nasional sekitar 1,2 juta ton yang terdiri atas 850.473 ton pupuk bersubsidi dan 414.314 ton pupuk nonsubsidi.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.