KabarBaik.co, Lombok Tengah – Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah, memberikan klarifikasi terkait anggapan yang beredar di media sosial yang menyebut dirinya mengabaikan korban dalam kasus santri terbakar di Lombok Tengah.
Nursiah menegaskan tudingan tersebut tidak sesuai dengan fakta. Ia menyatakan telah mengunjungi korban dan menyalurkan bantuan sejak sebulan lalu, jauh sebelum isu tersebut ramai diperbincangkan.
“Komentar yang menyebut ‘jenguk pelaku, jenguk korban’, perlu saya sampaikan bahwa tepat satu bulan yang lalu, pada 13 Juni 2026,” ujar Nursiah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7).
Ia menjelaskan, saat itu dirinya bersama Direktur Utama Perumdam Air Minum Tirta Ardhia Rinjani Lombok Tengah mengunjungi korban sekaligus menyerahkan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.
Menurut Nursiah, bantuan yang diberikan berupa program budidaya ayam petelur sebagai upaya mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga korban selama masa pemulihan.
Selain itu, Pemkab Lombok Tengah juga memastikan penanganan medis korban berjalan optimal melalui koordinasi dengan berbagai pihak, sehingga korban dapat memperoleh perawatan intensif di RSUD Provinsi NTB.
“Alhamdulillah, setelah menjalani operasi, kondisi adik Al terus membaik dan kini sudah dapat berjalan, yang sebelumnya terkendala akibat infeksi,” katanya.
Nursiah menegaskan, sejak awal pemerintah daerah telah memberikan perhatian terhadap penanganan korban, baik melalui bantuan sosial maupun pendampingan kesehatan. Karena itu, ia berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang berkembang tanpa didukung fakta yang utuh.
“Kami tetap berkomitmen mendampingi korban dan keluarganya hingga proses pemulihan berjalan dengan baik,” tegasnya.(*)






