Namanya Disebut dalam RDP Kasus Santri Terbakar, TGB Zainul Majdi Sampaikan Klarifikasi Lewat Instagram

oleh -50 Dilihat
TGB Muhammad Zainul Majdi memberikan klarifikasi melalui media sosial. (Foto: Ist)
TGB Muhammad Zainul Majdi memberikan klarifikasi melalui media sosial. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Mataram – Nama Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi sempat menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR RI terkait kasus santri korban pembakaran di salah satu pondok pesantren di Lombok Tengah yang digelar di Senayan, Jakarta, Senin (13/7).

Menyusul penyebutan namanya dalam rapat tersebut, TGB akhirnya angkat bicara dan memberikan klarifikasi tegas agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. Klarifikasi itu disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @tuangurubajang, pada Selasa (14/7).

Dalam pernyataannya, TGB menegaskan bahwa pondok pesantren tempat terjadinya dugaan tindak pidana tersebut tidak berada di bawah naungan maupun memiliki afiliasi dengan organisasi yang dipimpinnya, yakni Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI).

TGB mengungkapkan pondok pesantren tempat terjadinya kasus penganiayaan tersebut berada di bawah naungan organisasi lain. “Agar tidak menjadi fitnah,” katanya.

Selain memberikan klarifikasi, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat dua periode itu juga mengingatkan agar kasus pidana yang tengah ditangani aparat penegak hukum tidak dijadikan alasan untuk menyudutkan organisasi tertentu.

Mantan politisi Partai Perindo itu menegaskan proses hukum harus tetap berjalan secara objektif dan siapa pun yang terbukti bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Namun, ia meminta agar persoalan pidana tersebut tidak dikaitkan dengan organisasi yang tidak memiliki hubungan dengan peristiwa itu.

“Kedua, walaupun demikian peristiwa pidana yang ada jangan dipakai untuk memojokkan satu organisasi atau kelompok tertentu. Silakan usut tuntas pidananya, hukum siapa pun yang bersalah, tapi jangan bawa-bawa organisasi tertentu, apalagi organisasi itu telah banyak berjasa dalam perjuangan meraih kemerdekaan dan mencerdaskan bangsa,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, TGB juga mendorong aparat penegak hukum agar bertindak cepat, profesional, dan tegas dalam menyelesaikan perkara tersebut sehingga persoalan tidak berkembang menjadi isu yang semakin luas di tengah masyarakat.

TGB mengingatkan bahwa keterlambatan penyelesaian perkara hanya akan memunculkan berbagai spekulasi yang berpotensi menimbulkan fitnah. “Masyarakat jangan dibiarkan berspekulasi sehingga akhirnya menimbulkan fitnah,” katanya.

Lebih lanjut, TGB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan dan saling tolong-menolong dalam kebaikan demi menjaga eksistensi pondok pesantren sebagai tempat pendidikan yang aman dan nyaman bagi para santri.

Ia berharap pesantren tetap menjadi rumah bagi para santri untuk mendalami ilmu agama (tafaqquh fiddin) sekaligus membangun karakter yang mulia. “Keempat, mari bekerja bersama at ta’awun alal birri wat taqwa agar pesantren-pesantren tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman untuk semua santri, tempat tafaqquh fiddin dan membangun karakter yang baik,” ungkapnya.

Pada bagian akhir pernyataannya, TGB mewakili seluruh kalangan pesantren menyampaikan apresiasi kepada masyarakat atas berbagai kritik yang diberikan, termasuk kritik yang disampaikan dengan sangat keras.

Menurutnya, seluruh masukan tersebut lahir dari rasa kepedulian dan kecintaan masyarakat terhadap dunia pendidikan pesantren sehingga patut dijadikan bahan evaluasi.

“Insyaallah itu semua menjadi bahan muhasabah bagi kami di pondok pesantren untuk memperbaiki kekurangan yang ada, memastikan semua santri mendapat perlindungan lahir dan batin,” tutupnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.