KabarBaik.co, Nganjuk – Program bedah rumah tidak layak huni milik Kakek Sojo, 66, seorang warga Desa Sugihwaras (Garas), Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, tidak berjalan begitu saja secara instan.
Di balik aksi kemanusiaan yang menyentuh hati ini, terdapat proses panjang berupa survei mendalam dan berbagai pertimbangan matang untuk memastikan bantuan benar-benar jatuh ke tangan yang berhak.
“Sebelum bantuan ini dieksekusi, tim dari Nganjuk Peduli dan PWI Nganjuk telah melakukan serangkaian verifikasi ketat di lapangan. Langkah ini sangat krusial bagi kami untuk memastikan bahwa program bedah rumah ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata,” ujar Bagus Jatikusumo, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Nganjuk, Selasa (14/7).
Dari hasil verifikasi faktual tersebut, tim di lapangan menemukan potret pilu kehidupan Kakek Sojo. Lansia berusia 66 tahun itu diketahui hidup sebatang kara di rumahnya yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan hampir roboh.
Untuk menyambung hidup sehari-hari, ia hanya mengandalkan upah sekadarnya dari hasil menggembala kambing milik tetangganya sebuah pekerjaan yang hasilnya kerap kali hanya cukup untuk makan hari itu saja.
“Dalam pelaksanaannya, kegiatan bedah rumah ini melibatkan sejumlah relawan dari Nganjuk Peduli. Kami membagi tim agar proses pembongkaran hingga pembangunan kembali bisa berjalan dengan lebih efektif, efisien, dan cepat selesai,” jelas Adi, Ketua Komunitas Nganjuk Peduli saat memberikan keterangan di lokasi bedah rumah.
Aksi sosial yang digelar dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 ini dapat terwujud berkat kolaborasi erat berbagai pihak.
Selain Polres Nganjuk dan rekan-rekan wartawan PWI, gerakan ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Baznas Nganjuk, PLN ULP Nganjuk, serta para relawan dari Komunitas Nganjuk Peduli.
Sinergi lintas sektor ini menjadi simbol nyata kuatnya kepedulian kolektif masyarakat di Bumi Anjuk Ladang.
“Saya sampai tidak bisa berkata-kata banyak. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang sudah peduli pada saya,” ungkap Kakek Sojo dengan suara bergetar menahan haru.
Air mata bahagianya tak membendung saat dinding-dinding rumah tuanya mulai dibongkar secara gotong royong oleh para petugas dan relawan.
Melalui sinergisitas yang solid antara insan pers, aparat kepolisian, instansi pemerintah, dan lembaga sosial serta masyarakat ini, diharapkan gerakan serupa dapat terus berlanjut secara konsisten demi merajut keharmonisan sosial dan mengikis kemiskinan di Kabupaten Nganjuk.






