KabarBaik.co, Blitar – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar mulai menyiapkan pemulihan Alun-alun Kota Blitar setelah pelaksanaan Blitar Djadoel 2026 berakhir. Fokus utama pemulihan dilakukan pada hamparan rumput yang selama lima hari digunakan sebagai lokasi berbagai aktivitas pengunjung.
Kepala DLH Kota Blitar Jajuk Indihartati mengatakan proses pemulihan rumput diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua pekan. Selama masa tersebut, rumput akan menjalani perawatan intensif agar kembali tumbuh optimal.
“Pemulihannya sekitar dua minggu. Selama itu rumput rutin disiram dan diberikan pupuk NPK supaya pertumbuhannya kembali normal,” ujarnya, Selasa (14/7)
Menurut Jajuk, perawatan rumput di Alun-alun Kota Blitar tidak jauh berbeda dengan rumput pada umumnya. Namun, karena menjadi ruang publik dengan intensitas pijakan yang tinggi, diperlukan perlakuan khusus setelah digunakan untuk kegiatan berskala besar.
“Treatment khususnya saat pemulihan, area rumput perlu dibatasi dulu agar tidak terus-menerus terinjak pengunjung,” katanya.
Ia menjelaskan hampir seluruh area rumput dimanfaatkan selama Blitar Djadoel berlangsung. Hanya beberapa titik seperti jogging track, taman lansia, taman bermain anak, dan selasar berlantai keramik yang tidak digunakan sebagai lokasi kegiatan.
Selain rumput, DLH juga melakukan perlindungan terhadap tanaman yang berada di kawasan alun-alun, termasuk pohon kurma yang dipasangi pelindung selama pelaksanaan acara.
Saat ini proses pembongkaran tenda masih berlangsung. Setelah seluruh perlengkapan kegiatan dibersihkan oleh panitia, DLH akan langsung melakukan pemulihan menyeluruh pada kawasan alun-alun.
“Begitu area sudah bersih dari tenda dan perlengkapan kegiatan, kami langsung melakukan pemulihan terhadap rumput,” pungkasnya. (*)





