KabarBaik.co, Blitar – Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kota Blitar melampaui target yang ditetapkan pemerintah. Hingga awal Juli 2026, capaian layanan tersebut telah mencapai 61,16 persen dari sasaran program atau setara 29,68 persen dari total penduduk Kota Blitar.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar Dissie Laksmonowati Arlini mengatakan, tingginya capaian PKG menunjukkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terus meningkat. Meski demikian, perubahan pola hidup sehat tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
“Kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan. Apalagi sekarang banyak makanan dan minuman serbainstan, kebiasaan rebahan atau malas bergerak juga harus diperangi,” ujarnya, Sabtu (11/7).
Menurut Dissie, target awal pelaksanaan PKG hanya menyasar 46 persen dari kelompok sasaran. Namun realisasinya kini telah melampaui target tersebut. Capaian itu didukung meningkatnya jumlah masyarakat yang mendaftar dan hadir di fasilitas kesehatan.
Berdasarkan data Dinkes, jumlah pendaftar layanan kesehatan meningkat dari 46.286 orang pada 24 Juni menjadi 47.666 orang pada 1 Juli 2026. Angka kehadiran masyarakat di puskesmas juga naik dari 45.771 menjadi 47.153 orang pada periode yang sama.
Melalui PKG, masyarakat memperoleh layanan deteksi dini berbagai penyakit sesuai kelompok usia. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, tinggi dan berat badan, lingkar perut, hingga skrining penyakit tidak menular seperti diabetes, kolesterol, dan gangguan fungsi ginjal.
“Selain pemeriksaan fisik dan tanda vital, masyarakat juga mendapatkan skrining penyakit tidak menular, seperti cek gula darah, kolesterol, hingga fungsi ginjal,” katanya.
Dissie berharap pemeriksaan kesehatan tidak hanya menjadi rutinitas di fasilitas kesehatan, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan.
“Kami berharap bekal edukasi yang dibawa pulang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat semakin sadar menjaga kesehatan dan kualitas hidupnya,” pungkasnya. (*)






