KabarBaik.co, Jombang – Sebanyak 41 wartawan dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Angkatan XXVI yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jombang di Hotel Green Red Syariah, Sabtu (11/7).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi syarat awal bagi calon anggota PWI untuk memahami organisasi, kode etik jurnalistik, serta regulasi yang mengatur profesi wartawan.
Peserta berasal dari Jombang sebanyak 25 orang, Banyuwangi 6 orang, Kediri dan Nganjuk masing-masing 3 orang, Surabaya 2 orang, serta Mojokerto dan Blitar masing-masing 1 orang.
Ketua PWI Jombang, Muhammad Mufid, mengatakan OKK bukan sekadar orientasi organisasi, tetapi juga bekal penting agar wartawan mampu menjalankan profesinya secara profesional, beretika, dan sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“OKK menjadi gerbang awal bagi wartawan untuk memahami organisasi sekaligus memperkuat tanggung jawab profesi dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas,” ujarnya.
Menurut Mufid, di tengah derasnya arus informasi digital, wartawan dituntut tetap menjaga independensi, akurasi, dan kredibilitas agar kepercayaan publik terhadap media tetap terjaga.
Sementara itu, Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim, menilai perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi tantangan baru bagi dunia pers. Teknologi, kata dia, dapat membantu proses kerja jurnalistik, namun tidak dapat menggantikan nilai dasar profesi seperti verifikasi, independensi, dan tanggung jawab terhadap kebenaran informasi.
“Integritas dan kepercayaan publik harus tetap menjadi prioritas. AI adalah alat bantu, bukan pengganti jurnalisme yang beretika,” tegasnya.
Apresiasi juga disampaikan Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Endro Wahyudi, yang hadir mewakili Bupati Jombang.
Menurutnya, pers yang profesional merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat, edukatif, dan berimbang kepada masyarakat.
Ia berharap OKK mampu melahirkan wartawan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga menjunjung tinggi etika profesi serta mampu menjaga marwah jurnalisme di tengah perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.






