KabarBaik.co, Jombang– Suasana halaman SMKN 1 Jombang mendadak riuh. Tampak puluhan siswa berkerumun sambil membawa ponsel dan alat tulis. Mereka tampak mencegat Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan usai memberikan materi.
Namun, aksi tersebut bukan demonstrasi. Kegiatan itu merupakan simulasi wawancara doorstop dalam rangkaian acara “PWI Jombang Goes to School and Campus”.
Dalam simulasi ini, siswa langsung mempraktikkan ilmu jurnalistik yang baru mereka dapatkan. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok layaknya tim redaksi, mulai dari reporter, videografer, hingga fotografer.
Para reporter cilik itu pun melontarkan pertanyaan seputar kenakalan remaja hingga kesiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Suasana makin meriah saat Kapolres memberikan tantangan. Ia menghadiahkan helm kepada lima siswa yang berani mengajukan pertanyaan kritis.
“Tadi sempat grogi saat harus maju dan menyodorkan HP untuk merekam suara Pak Kapolres, tapi seru sekali. Apalagi tidak menyangka bisa dapat hadiah helm,” ujar Nabila, salah satu peserta.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan terlihat antusias melayani pertanyaan para siswa. Menurutnya, metode praktik seperti ini efektif untuk mengukur pemahaman peserta.
“Melalui praktik doorstop ini, siswa belajar berani berbicara dan menyusun pertanyaan kritis. Pemberian helm ini juga sebagai pesan keselamatan berkendara,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Ardi mengingatkan pentingnya disiplin bagi pelajar sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.
“Jangan menggadaikan masa depan hanya demi emosi sesaat. Lebih baik dikenal karena prestasi daripada viral karena pelanggaran hukum,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pelanggaran seperti balap liar, bullying, hingga narkoba memiliki konsekuensi hukum serius yang dapat berdampak pada masa depan, termasuk dalam catatan SKCK.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, mengapresiasi sinergi antara kepolisian dan insan pers dalam kegiatan tersebut.
“Menggabungkan materi hukum dengan praktik jurnalistik membuat siswa lebih cepat memahami,” ujarnya.
Kepala SMKN 1 Jombang Abdul Muntolib juga mengaku bangga atas keberanian para siswa. Ia menilai kegiatan ini memberikan edukasi yang lengkap, mulai dari disiplin hingga kemampuan komunikasi publik.
“Ini bukan hanya soal teori, tapi juga praktik berpikir kritis dan berkomunikasi,” katanya.
Ketua PWI Jombang Muhammad Mufid menambahkan, kegiatan ini bertujuan agar siswa memahami proses produksi informasi sekaligus berani berinteraksi dengan narasumber.
“Kami ingin siswa tidak hanya jadi penonton informasi, tapi juga tahu bagaimana informasi itu dibuat,” pungkasnya. (*)






