KabarBaik.co, Jakarta – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali memperoleh apresiasi atas komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Subholding Gas Pertamina tersebut meraih penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance (GCG) Award 2026 yang diselenggarakan Warta Ekonomi.
Dalam ajang tersebut, PGN menerima penghargaan Indonesia Excellence Good Corporate Governance Ethics in Supporting National Energy Diversification and Transition untuk kategori minyak dan gas. Penghargaan diberikan atas konsistensi perusahaan dalam menerapkan prinsip tata kelola yang baik di tengah tantangan global, termasuk dinamika geopolitik dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Direktur Manajemen Risiko PGN Eri Surya Kelana mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjalankan bisnis secara transparan, akuntabel, dan berintegritas.
“Penghargaan ini merupakan hasil dari konsistensi PGN dalam menjalankan roda bisnis secara berintegritas dan transparan. Tahun 2026 membawa lanskap bisnis baru bagi PGN sebagai dampak fragmentasi geopolitik global maupun perkembangan AI yang berpotensi mendisrupsi kegiatan operasional perusahaan,” ujar Eri, Sabtu (11/7).
Menurutnya, untuk menjawab tantangan tersebut PGN terus memperkuat aspek keamanan data, akuntabilitas pemanfaatan teknologi, serta meningkatkan kompetensi digital sumber daya manusia tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip GCG.
Di sisi transformasi digital, PGN melanjutkan integrasi teknologi kecerdasan buatan, analitik data, dan berbagai solusi digital ke dalam proses bisnis maupun layanan pelanggan. Perusahaan juga memperkuat sistem keamanan siber melalui penguatan aspek People, Process, dan Technology, sekaligus meningkatkan tata kelola teknologi informasi dan komunikasi serta kepatuhan terhadap regulasi.
Keamanan digital menjadi salah satu fokus utama perusahaan karena digitalisasi telah diterapkan pada seluruh rantai bisnis gas bumi, mulai dari operasi dan pemeliharaan aset, pengelolaan jaringan, hingga layanan pelanggan. Pada 2026, sistem keamanan siber PGN disebut telah mencapai tingkat perlindungan optimal guna menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data perusahaan.
Eri menambahkan, konsep Future-Ready Governance juga terus diterapkan agar setiap inovasi dan aktivitas operasional perusahaan berjalan secara transparan, akuntabel, serta terhindar dari benturan kepentingan.
Selain memperkuat tata kelola, PGN juga menjaga kepatuhan dalam menjalankan berbagai proyek strategis yang mendukung transisi energi. Langkah tersebut diwujudkan melalui pengembangan jaringan pipa gas bumi, optimalisasi infrastruktur LNG, hingga pengembangan bisnis biomethane sebagai bagian dari transformasi menuju bisnis rendah karbon.
Menurut Eri, penerapan GCG yang berkelanjutan menjadi fondasi penting bagi PGN untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat ketahanan perusahaan dalam menghadapi perubahan industri energi.
“PGN berkomitmen untuk terus mempertahankan standar etika bisnis tertinggi demi mendorong pertumbuhan perusahaan yang bersih, transparan, dan berintegritas dalam memberikan layanan gas bumi bagi masyarakat Indonesia,” tutup Eri. (*)






